Katapel, Cara Efektif Perhutani untuk Reboisasi di Kawasan Sulit Terjangkau

Batu, SERU.co.id – Banjir bandang menerpa Kota Batu beberapa bulan lalu. Selain terjadi saat curah hujan tinggi, juga karena erosi yang terjadi di kawasan yang tidak terjamah manusia. Lereng bukit yang terjal tidak memungkinkan masyarakat untuk bisa melakukan reboisasi dengan cara biasa.

Namun, Perhutani memiliki cara untuk melakukan reboisasi di kawasan yang sudut kemiringannya tajam. Asisten Perhutani, BKPH Singosari, Perhutani KPH Malang, Eko Ali Ismail menjelaskan, caranya adalah dengan menggunakan alat katapel.

“Ya dengan Katapel. Tinggal ditembakkan ke sasaran-sasaran tanah yang miring tadi. Karena kalau menggunakan katapel, biji dari tanaman yang mau ditanam, bisa lebih kokoh di tanah,” serunya.

Ia juga menjelaskan, tanaman yang ditanam dengan menggunakan biji akan lebih kuat dibandingkan dengan menggunakan polibag. Hal ini dikarenakan, biji tanaman tersebut akan menyesuaikan langsung dengan tanah yang ada. Sementara polibag, tanaman masih harus beradaptasi lagi dengan media tanah yang baru.

Eko juga menambahkan, jenis tanaman yang cocok ditanam pada daerah tersebut, bisa dengan menggunakan jenis tanaman rimba campuran (TRC).

Menurut Eko, reboisasi di kawasan yang sulit terjangkau manusia, juga bisa dengan cara penaburan benih dari udara. Namun cara tersebut, selain dinilai mahal, juga memiliki resiko tidak tepat sasaran. Hal ini dikarenakan faktor angin.

“Ya, bisa saja dengan menggunakan pesawat.  Seperti yang pernah dilakukan di tempat lain. Tetapi, kalau arah dan kecepatan anginnya tidak tepat, nanti bisa terbawa ke tempat yang bukan sasarannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dalam sebuah kesempatan acara penghijauan mengungkapkan, peristiwa banjir bandang di Kota Batu, berawal dari kawasan perbukitan terjal yang sulit untuk dijangkau. (ws3/rhd)


Baca juga: