Kasus DBD Mulai Muncul, Warga Diminta Berantas Sarang Nyamuk

Batu, SERU.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu pada awal tahun ini sudah menerima laporan satu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Untuk itu, pihaknya menaruh atensi, supaya kasus DBD di Kota Batu tidak menjadi kasus yang lebih serius.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batu, dr. Kartika Tri Sulandri menjelaskan, tahun lalu pihaknya mencatat ada 16 kasus yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya kasus covid-19. Untuk itu, pihaknya menyerukan pada warga Kota Batu, agar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Ya, bulan ini sudah ada satu kasus, tapi segera kita tindak lanjuti. Yang pasti kewaspadaan dini harus dilakukan dengan PSN. Kalau tahun  kemarin kita ada 16 kasus untuk DBD,” seru dr. Kartika Tri Sulandri.

Kartika juga mengungkapkan, salah satu faktor yang bisa menjadi pemicu munculnya DBD di Batu, adalah perubahan iklim yang membuat nyamuk mudah berkembang.

“Kota Batu ini dingin, seharusnya tidak ada nyamuk. Tapi karena sekarang sudah berbeda, banyak bangunan dan lain sebagainya, ya bisa saja terjadi,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah merebaknya DBD, Kartika menjawab tegas, hanya dengan PSN.

“Ya dengan PSN itu. Nyamuk itu punya siklus mulai telur, larva, pupa, sampai jadi nyamuk dewasa itu antara 8 sampai 10 hari. Oleh karena itu, harus kita berantas secepatnya dengan ‘3M’ (menguras, menutup, mengubur),” imbuhnya.

Kadinkes juga menghimbau, untuk masyarakat yang membutuhkan abate, bisa meminta kepada Dinkes Kota Batu.

“Untuk masyarakat yang mungkin memiliki penampungan air yang besar. Yang tidak memungkinkan untuk menguras, bisa meminta abate ke Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (ws3/rhd)


Baca juga: