Kasus Aktif Covid-19 di Batu Bertambah, Shelter Isoter Terisi 6 Pasien

Batu, SERU.co.id – Perkembangan data covid-19 di Kota Batu, menunjukkan kenaikan angka kasus aktif. Dari data yang disiarkan melalui media sosial oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, dari data awal sembilan pasien covid-19, bertambah tujuh orang. Ke-16 orang tersebut, beberapa di antaranya sudah mengisi shelter isolasi terpusat yang ada di YPPII Kota Batu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Ony Andrianto mengatakan, penambahan tujuh orang tersebut, diketahui setelah adanya hasil tes dari beberapa rumah sakit dan laboratorium kesehatan.

“Satu orang diketahui positif setelah tes di RS Lavalette Malang, ada yang tes di rumah sakit Soepraoen, laboratorium SIMA, dan laboratorium yang ada di Surabaya,” seru Ony, sapaan akrabnya.

Lebih detail disebutkan, selain enam orang yang menjalani perawatan di shelter isolasi terpusat YPPII Kota Batu, ada enam orang lainnya dirawat di rumah sakit. Sementara itu, empat sisanya menjalani isolasi mandiri. Penambahan jumlah kasus tersebut, ditengarai dari kontak erat dengan keluarga pasien.

“Hasil dari analisa situasi wilayah, penambahan kasus baru ini, sebagian besar berasal dari kontak erat dengan keluarga pasien konfirm,” ungkapnya.

Jika ditinjau dari 14 indikator bersatu melawan covid, kondisi Kota Batu pada pekan ini, ada pada skor 2,902 atau masuk pada zona kuning. Atau masih dalam kategori wilayah dengan status zona resiko rendah.

Saat ditanya, adakah pelajar yang terpapar covid-19, Ony langsung menampiknya. Disebutkan dari usia pasien covid saat ini, usianya rata-rata di atas 25 tahun. Tapi ada juga yang baru berusia 5 tahun.

“Saya lihat di sini, rata-rata usianya di atas 24, tapi ada juga yang masih 5 tahun. Sepertinya itu bukan usia pelajar,” pungkasnya. (ws3/rhd)


Baca juga:

Sorry, you cant copy SERU.co.id!