Kalimantan Selatan Berstatus Tanggap Darurat

Kalimantan Selatan, SERU.co.id – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor menetapkan status tanggap darurat. Keputusan ini diambil usai banjir melanda hampir seluruh wilayah provinsi yang dipimpinnya itu.

“Untuk darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang menjadi status tanggap darurat,” bunyi keterangan tertulis Gubernur Kalsel, Jumat (15/1/2021).

Dengan status tanggap darurat ini, maka penanggulangan bencana akan dikoordinir oleh BPBD Kalsel. Sebanyak 13 Kabupaten dan kota di Provinsi Kalsel dilanda banjir akibat intensitas hujan tinggi.

“Dengan dikeluarkannya surat pernyataan ini, maka kepada pihak-pihak terkait kebencanaan untuk segera melakukan langkah-langkah nyata penanggulangan bencana dimaksud yang dikoordinir BPBD Kalsel,” imbuh Sahbirin Noor.

Banjir Kalsel. (ist)

Banjir telah merendam selama beberapa hari terakhir. Puluhan ribu warga Kalsel mengungsi. Di Kabupaten Tanah laut dilaporkan sebanyak 22 ribu warga mengungsi.

Sementara itu, di Kota Banjarmasin, banjir makin meninggi sejak 14 Januari lalu. Selain karena hujan, air kiriman dan air pasang laut membuat banjir tak kunjung surut.

“Kondisi Kota Banjarmasin di hari ketiga banjir, dapat air kiriman dari hulu, selain itu air laut pasang, hingga genangan air makin tinggi,” papar Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Banjarmasin Herliansyah.

Presiden Joko Widodo juga telah berkomunikasi dengan Gubernur Kalsel terkait banjir yang terjadi. Presiden juga telah memerintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri untuk segera mengirim bantuan.

“Ya tadi saya sudah menelepon Gubernur Kalimantan Selatan untuk mendapatkan laporan mengenai banjir yang ada di Kalimantan Selatan dan saya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, telah memerintahkan juga Panglima TNI dan Kapolri, untuk secepat-cepatnya mengirim bantuan terutama yang berkaitan dengan perahu karet yang sangat dibutuhkan penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan,” papar presiden. (hma/rhd)

Baca juga:   DPRD Kabupaten Pasuruan ‘Blejeti’ Upaya Tanggap Darurat Banjir Bandang Gempol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *