Kadindik Jatim : Jangan Alergi dengan Tatap Muka

Tulungagung, SERU.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur Dr Ir Wahid Wahyudi, MT berpesan kepada Kepala SMA/SMK se-Tulungagung agar tidak alergi dengan pembelajaran tatap muka. Sebab tidak semua pembelajaran bisa dilakukan secara online alias daring. Seperti praktik merias pengantin. Tidak mungkin dilakukan tanpa tatap muka.

“Namun saat tatap muka tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker,” kata Wahid Wahyudi di SMKN 1 Rejotangan, Kamis (4/2).

Kehadiran Wahid Wahyudi di Tulungagung dalam rangka pencanangan Jatim Cerdas. Ia didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur di Tulungagung Solikin.  Wahid Wahyudi memuji lingkungan SMKN 1 Rejotangan yang bersih sehingga menjadi siswa-siswi betah belajar.

Kadindik Jatim : Jangan Alergi dengan Tatap Muka
Kadis Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi bersama Kepala Dinas Cabang Pendidikan Jatim di Tulungagung (Kacabdin) Solikin

Dalam kesempatan tersebut, Wahid Wahyudi juga mengatakan pihaknya ingin mengetahui persiapan protokol kesehatan covid-19 di tiap-tiap sekolah. 

“Saat ini masih pembelajaran online alias daring. Namun tidak menutup kemungkinan untuk pembelajaran tatap muka. Terutama pratikum. Namun protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik,” katanya.

Ia juga mengevaluasi pembelajaran sistem online. Hasilnya, pada semester genap, sistem online cukup baik. Karena sarana dan prasarana, modul, serta jaringan digital yang semakin baik.

“Guru dan siswa mulai terbiasa dengan pembelajaran online,” terangnya.

Mantan Kadis Perhubungan Jatim itu juga memuji Tulungagung. Meski jauh dari Surabaya tapi kualitas pendidikan sangat baik. Terbukti SMKN 1 Rejotangan siap menjadi badan layanan usaha daerah (BLUD). Ia juga meminta SMA/SMK lain untuk menjadi BLUD. Supaya fasilitas dan hasil produksi civitas akademik bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sedangkan Kepala Dinas  Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Tulungagung Solikin menerangkan program Jatim Cerdas. Pertama, pihak sekolah harus mampu membuat produk unggulan. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kedua, harus mampu membentuk SDM bapak dan ibu guru ke depan lebih baik lagi. Sehingga mempengaruhi semua warga sekolah,” kata Solikin. (her/ono)