Jelang PAW Kabupaten Malang, Enam Desa Belum Siap

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten Malang terus lakukan sosialisasi untuk mensukseskan Pilkades Antar Waktu (PAW). Dari total 20 desa, 14 di antaranya siap melaksanakan PAW, Kamis (31/3/2022) mendatang.

Asisten I Pemerintah Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekda, Drs Suwadji mengatakan, 14 desa yang siap dalam melaksanakan tersebut sudah memiliki kesiapan dalam menyelenggarakan PAW. Disinyalir, desa yang tidak siap dikarenakan belum ada calon dan terkendala masa jabatan kurang dari satu tahun.

“Semuanya sesuai tahapan, kita mulai sosialisasi sampai nanti hari H, dari 20 desa itu ada 14 yang melaksanakan pada tanggal 31 Maret. Teruntuk Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, itu kan masa jabatannya tinggal setahun kurang, jadi tidak melaksanakan, nanti langsung ikut Pilkades serentak di tahun 2023,” seru Suwadji, kepada SERU.co.id.

Suwadji menyatakan, untuk tiga desa yang tidak melaksanakan PAW pada 31 Maret nanti, yaitu Desa Karangnongko, Ngadireso, dan Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo. Ketiga desa tersebut menurutnya akan melaksanakan PAW pada Sabtu (14/5/2022) mendatang.

“Kemudian Poncokusumo, kami sudah lakukan sosialisasi pada tokoh masyarakat itu belum siap. Kemudian setelah kami beri motivasi kembali, kemarin dua minggu yang lalu langsung melaksanakan sosilisasi ulang dan sudah pembentukan panitia. Insyaallah habis hari raya,” tandasnya.

Dirinya menambahkan, tahapan yang sudah dilakukan oleh 14 desa tersebut, sudah berada pada tahapan penetapan calon. Meskipun tidak sedikit dari desa-desa yang diusulkan oleh beberapa Camat untuk seleksi tambahan.

“Saat ini sudah pada tahapan menetapkan calon, kemudian ada yang mau seleksi tambahan. Ada lima kecamatan, yaitu Kecamatan Pakis itu dua (Desa Mangliawan dan Pakiskembar), Wagir satu (Desa Jedong), Pagak (Desa Tlogorejo), Sumberpucung (Desa Senggareng), dan Kecamatan Pagelaran. Itu melaksanakan seleksi tambahan, karena calonnya ada yang terdiri dari sembilan kalau tidak salah,” beber Suwadji.

Ia berharap, pelaksanaan PAW Kabupaten Malang ini berjalan sesuai dengan keinginan. Sehingga lokus-lokus yang menjadi pemegang keputusan di tingkat desa, agar terisi dan dapat berjalan kembali.

“Harapan kami, karena PAW ini adalah pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Malang, sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Harapan kami, panitia BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan segenap unsur masyarakat, sama-sama menyiapkan bagaimana Pilkades ini berjalan dengan aman, tertib dan sukses,” tutup Suwadji.

Di lain sisi, Bendahara Panitia PAW Desa Mangliawan, Fitri Setyawati mengatakan, desanya tersebut sudah siap untuk melaksanakan Pilkades Antar Waktu, Kamis (31/3/2022) mendatang. Meskipun menurutnya, lima calon yang sudah lolos dari tahap administrasi perlu seleksi tambahan.

“Nanti tanggal 24 (Maret) kita seleksi tambahan, jadi dari lima calon itu akan dikerucutkan menjadi tiga. Baru nanti pas tanggal 31 itu ada tiga calon yang akan mengikuti musyawarah penetapan,” kata Fitri kepada SERU.co.id, Senin (21/3/2022).

Bendahara Panitia PAW Desa Mangliawan, Fitri Setyawati, menjawab pertanyaan awak media. (ws5) - Jelang PAW Kabupaten Malang, Enam Desa Belum Siap
Bendahara Panitia PAW Desa Mangliawan, Fitri Setyawati, menjawab pertanyaan awak media. (ws5)

Dirinya juga berharap, agar PAW tersebut akan memunculkan suatu sosok yang betul-betul memberikan kontribusi pada pembangunan Desa Mangliawan.

“Harapannya, mudah-mudahan dari tahapan kita laksanakan berjalan sesuai dengan keinginan kita, dan aman. Dan mudah-mudahan Mangliawan mendapatkan pimpinan yang amanah, sesuai dengan harapan masyarakat Desa Mangliawan,” pungkasnya. (ws5/rhd)


Baca juga:

Sorry, you cant copy SERU.co.id!