Jelang Idul Fitri, Pertamina Imbau Tak Panic Buying

Malang, SERU.co.id – Kebutuhan Gasoil (Solar, Dexlite serta Pertamina Dex) dan Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) dipastikan aman oleh Pertamina. Sehingga konsumen dalam menyambut Idul Fitri 1443 H tak perlu ‘panic buying’.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Deny Djukardi mengungkapkan, ketahanan stok BBM dan LPG rata-rata di seluruh wilayah Jatimbalinus selama 20 hari bersifat akumulatif. Sehingga stok tersebut akan selalu tersedia di seluruh Terminal Depot LPG dan BBM.

“Kami tetap mengimbau kepada konsumen untuk tidak panic buying atau khawatir akan kehabisan stok, terutama di SPBU,” seru Deny Djukardi, dalam keterangan resminya.

Pertamina Patra Niaga di Jatimbalinus melalui Satgas RAFI (Ramadhan Idul Fitri) ini, berkomitmen memenuhi kebutuhan energi berupa BBM dan LPG. Sehingga konsumen tidak perlu khawatir. Jika konsumen mengalami kesulitan mendapatkan pasokan BBM dan LPG, dapat menghubungi Pertamina.

“Bisa melalui Contact Center 135 atau informasi melalui aplikasi MyPertamina,” paparnya.

Diketahui, Pertamina melalui Satgas RAFI 2022 akan memantau stok dan penyaluran. Di antaranya pada 19 Terminal BBM, 7 Depot LPG, 13 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), 1.378 SPBU dan Pertashop, 157 SPPBE (Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji).

Selanjutnya ada kurang lebih 1.035 agen LPG dan 46.161 pangkalan LPG yang berada di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Tim Communication Relation Patra Niaga Pertamina Jatimbalinus, Arya Yusa Dwicandra mengaku, beberapa hari lalu beberapa titik depo pengisian secara ketahanan lebih dari 15 hari kumulatif. Seperti di Pertamina Madiun, Malang, Banyuwangi. Akan tetapi, beberapa waktu ini permintaan mengalami kenaikan.

“Sebenarnya pertashop formatnya melayani masyarakat 400 hingga 500 liter, tetapi mengalami kenaikan. Kalau diatas 1.000 liter ada permintaan menggunakan mobil tangki yang berbeda,” paparnya.

Dari kejadian itu, Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu panik dalam membeli. Selain stok aman, bukan karena kelangkaan, melainkan proses distribusi menggunakan mobil tangki mengalami keterlambatan.

Sehingga ada proses harus disesuaikan oleh Pertamina. Dimana biasanya habis dalam waktu dua hari, kini baru 12 jam sudah habis. Berimbas kepada mobil tangki Pertamina yang harus menyesuiakan permintaan karena meningkat.

“Sama sebelum covid, angkanya sudah normal seperti tahun 2019. Pesan kami, jangan panic buying akhirnya cepet-cepetan,” tandasnya. (jaz/rhd)


Baca juga:

Sorry, you cant copy SERU.co.id!