Indonesia dan Dinamika Hubungan Internasional

Oleh : Brilliant Syaifulloh / Mahasiswa SI Ilmu Sejarah, Universitas Negeri Malang ( UM )

Menghadapi era globalisasi yang kompleks dengan berbagai perubahan dan perkembangan mulai dari ekonomi, pendidikan, politik, atau pun sosial. Hal ini pasti menuntut negara-negara di seluruh dunia melakukan upaya-upaya agar mampu beradaptasi atau menstabilitaskan keadaan. Bagaimana kah dengan negara kita, Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya, bahkan sering disebut sebagai surga dunia. Pendapat ini memang tidak berlebihan, melihat potensial sumber daya alam yang luar biasa. Hingga mengundang bangsa-bangsa lain untuk datang ke Indonesia yang kemudian menjadikan Indonesia mengalami masa kolonialisme.

Setelah Belanda terusir dari Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan kependudukan Jepang, hingga menjadi negara yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia sebagai negara yang baru lahir pasti membutuhkan dukungan, dan relasi dari negara lain. Inilah yang nanti melatar belakangi Indonesia melakukan kerja sama, dan hubungan Internasional.

Indonesia memang secara de jure sudah merdeka , namun secara de facto Belanda masih belum mau menerima kemerdekaan Indoensia. Sehingga pada tahun 1947 dan 1948 meletus lah agresi mileter I, dan II. Peristiwa ini mendapatkan kecaman oleh pihak Internasional termasuk PBB, dan beberapa negara lain.

Pada tahun 1946, Mesir secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia, kemudian tahun 1947 berdirilah kedutaan besar Indonesia-Mesir di kota Kairo. Mesir juga menjadi negara yang aktif mengenalkan kemerdekaan Indonesia kepada Liga Arab yang disambut secara positif.

Kesuksesan yang dilakukan oleh para diplomat Indonesia berhasil meyakinkan negara-negara Internasional untuk mendukung kemerdekaan, serta mengecam tindakan Belanda yang sudah melakukan pelanggaran kenegaraan. Negara-negara seperti India, Australia, Vatikan, Afganistan, dan Palestina menjadi mitra kerja sama Internasional di awal kemerdekaan.

Dalam pergaulan Internsional Indonesia memiliki sikap yang bebas aktif . Sikap ini menjadikan Indonesia bebas untuk mengambil kebijakan, dan keputusan. Namun juga ikut serta dalam berbagai kerja sama Internasional, seperti menjadi anggota PBB, ASEAN, KTT, dan lain sebagai nya.

Kerjasama dan hubungan Internasional di Indonesia mengalami kedinamikaan, mulai dari awal-awal kemerdekaan hingga memasuki era globalisasi. Indonesia selalu berusaha menjadi negara yang memiliki urgensi dalam mensejahterakan masyarakat, menciptakan kestabilitasan Internasional.


Baca juga: