Indahnya Toleransi, Halaman Gereja Katolik di Malang Jadi Tempat Salat Id

Malang, SERU.co.id – Pemandangan sejuk terlihat disaat momen kemenangan umat muslim Idulfitri 1443 H. Kerukunan beragama terlihat di tengah-tengah Kota Malang, saat umat Islam menggelar Salat Id di halaman Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan, Kota Malang, Senin (2/5/2022) kemarin.

Membludaknya jamaah Salat Id yang berlokasi di Masjid Jami’ Kota Malang, menjadi alasan utama dipakainya halaman gereja tersebut. Salah satu pastor rekan di Gereja Kayutangan, Romo Yoris mengatakan, jika pihaknya telah mempersiapkan pelataran gereja tersebut sejak pukul 04.30. Guna menyambut umat muslim yang tidak kebagian tempat di Masjid Jami’.

“Kami membuka dan mempersiapkan pelataran untuk digunakan teman-teman muslim beribadah. Ini sesuatu yang luar biasa bahwa toleransi itu masih kuat di Kota Malang,” seru Romo Yoris.

Hal tersebut ia sebutkan juga, bukanlah kali pertama pihaknya mempersilakan umat muslim menggunakan pelataran gereja untuk Salat Id. Namun telah berjalan setiap tahunnya, mengingat kapasitas masjid yang tidak cukup untuk menampung para jamaah.

“Setiap tahun dilakukan. Namun karena dua tahun kemarin pandemi, dan kegiatan sholat dibatasi, maka kami juga tidak melakukannya,” imbuh Romo Yoris.

Ia juga menyatakan, sejak pagi, pagar gereja telah dibuka dan para pastor serta suster bersama umat Katolik berdiri di depan pagar sembari membagikan koran sebagai alas. Di sisi lain, beberapa orang jemaat gereja juga tampak menggelar tikar di halaman gereja.

“Kami hadir, tikar-tikar kami gelar. Tapi yang terpenting adalah keramahtamahan, kita belajar kebinekaan,” sambung Romo Yoris.

Ia juga menyebutkan, momen kebersamaan tersebut tidak hanya dijumpai pada momen Hari Raya Idul-Fitri saja. Namun, saat momen perayaan Hari Besar umat Kristiani, kalangan umat Muslim juga sering berlaku sama dalam menjaga kerukunan.

“Kami juga berterima kasih kepada teman-teman muslim yang mendoakan kami dan hidup bersama kami. Apalagi ini Malang, keragamannya kuat sekali,” pungkas salah satu pastor rekan di gereja tersebut.

Tak hanya mempersilahkan umat muslim memakai pelataran gereja. Salah satu Pastor, Romo Teguh juga mengaku, jika pihaknya menunda jam peribadatan umat Katolik saat itu. Hal tersebut bertujuan untuk saling menghormati dan khidmat dalam melaksanakan ibadah masing-masing.

“Gereja Kayutangan juga membuat kebijakan untuk mengundur jam misa. Yang biasanya digelar pukul 06.00, menjadi pukul 12.00,” jelas Romo Teguh.

Pada momen tersebut seusai salat Id, para romo, suster, dan umat Katolik juga turut bergembira. Dengan memberi salam dan selamat hari raya kepada umat muslim yang salat di halaman gereja, maupun mereka yang melintas di depan gereja.

Beberapa orang Katolik juga memeriahkan dengan mendendangkan lagu-lagu bertema Lebaran. Tak jarang juga, para umat muslim mengabadikan momen ini dengan berswafoto bersama para umat Katolik di Gereja Kayutangan. (ws5/rhd)


Baca juga: