IBU Memanggil, Alumni Tumplek Blek Meriahkan Dies Natalis ke-37 IKIP Budi Utomo

Malang, SERU.co.id – Momen Hari Ibu, bertepatan Dies Natalis ke-37 IKIP Budi Utomo (IBU) Malang pada 22 Desember 2021. Mengusung tema ‘IBU Memanggil’, dihadiri para alumni, mahasiswa, mahasiswa MBKM, dosen, termasuk juga para pemenang Raka Raki dan Putri Jawa Timur.

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr H Nurcholis Sunuyeko, MSi mengatakan, penyelenggaraan Dies Natalis ke-37 IBU dikemas bersamaan Grand Final Pemilihan Putra-Putri IBU 2022 serta melaunching jaringan Alumni IBU. Menurutnya, peran alumni sangat penting karena alumni adalah tonggak sekaligus penyangga terhadap kemajuan, kemantapan dan keberlanjutan perguruan tinggi.

“Dies Natalis ini tak terlepas dari dukungan para alumni. Perguruan tinggi yang sehat itu mana kala semua komponen juga diberikan tempat tersendiri, terutama para alumni. Civitas akademika oke, tapi para alumni inilah yang menjaga IKIP Budi Utomo di luar kampus,” seru Nurcholis, ditemui usai acara di Savana Hotel and Convention, Rabu (22/12/2021) malam.

Disampaikan Nurcholis, konsep dies natalis ini adalah konsep merdeka, bukan laiknya acara formal. Tujuannya untuk membahagiakan para alumni dan mahasiswa IBU, termasuk para mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang datang dari seluruh penjuru tanah air.

“Tujuan pemilihan duta kampus ini nantinya akan membawa nama baik IKIP Budi Utomo ke depan. Sehingga bukan hanya duta kampus yang membawa misi baik itu, namun juga melibatkan alumni dan mahasiswa MBKM,” beber Sam Rektor, sapaan akrabnya.

Bersama pemenang pasangan Putra-Putri IBU 2022.
Bersama pemenang pasangan Putra-Putri IBU 2022. (rhd)

Tampil sebagai pasangan Putra-Putri IBU 2022, yaitu Victor Julian Irianto Taning (mahasiswa jurusan PKJR) dan Rosa Nur Patmawati (mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi). Serta beberapa pemenang lomba vlog, tik tok, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, juga diadakan penggalangan donasi bagi korban erupsi Gunug Semeru dan gempa NTT. Ditargetkan donasi yang terkumpul sekitar Rp50-100 juta, baik dari para alumni, mahasiswa penerima beasiswa, mahasiswa MBKM, dosen dan masyarakat umum.

Sam Rektor menyapa dan mengajak para alumni testimoni.
Sam Rektor menyapa dan mengajak para alumni testimoni. (rhd)

Disebutkannya, proyeksi IKIP Budi Utomo ke depan adalah harus tetap mengemban ke-Indonesiaan, sehingga tidak boleh lepas dari karakter orang Indonesia. Selain itu, nilai peduli untuk ikut serta mengikuti kuliah meskipun dalam kondisi atau potensi ekonomi yang lemah.

“Jadi semua harus dibuka aksesnya untuk kuliah, dan kita akan berusaha untuk mencarikan beasiswa. Harapannya melalui berbagai upaya tersebut, IKIP Budi Utomo akan menjadi perguruan tinggi yang sehat, mandiri dan berkelanjutan,” tandasnya. (rhd)