Gus Yani Ajak Semua Jajaran Berkolaborasi Bangun Gresik Baru

Sarjono Terpilih Ketua Kadin Periode 2021-2026

Gresik, SERU.co.id – Sarjono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik Periode 2021-2026 pada musyawarah kabupaten (muskab) VII di Hotel Aston Inn Gresik, Rabu (10/2/2021).

Dari 36 peserta (anggota Kadin Gresik) yang memiliki hak suara, yang hadir sebanyak 30 orang. Semuanya, bulat satu suara memilih Sarjono sebagai Ketua Kadin Gresik. Dengan begitu, Sarjono meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ketua kadin periode sebelumnya, Lailatul Qodri.

Sarjono dalam sambutannya menyatakan, Kadin Gresik diharapkan mampu bersinergi dengan Pemda Gresik di segala sektor, khususnya peningkatan ekonomi.

“Industri menengah dan besar harus dipertahankan, lebih-lebih ditingkatkan. Tentunya, dengan tidak melupakan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Dia juga berharap, nantinya kepedulian terhadap pengusaha Gresik, lebih-lebih usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk ditingkatkan produktivitas dan kreativitasnya. Sarjono berjanji akan menjalankan amanat organisasi sesuai amanat AD/ART.

“Dari sinilah akan segera terwujud Gresik Baru, seperti jargon bupati terpilih,” terangnya.

Bupati Gresik Terpilih, Fandi Akhmad Yani dalam sambutanya ia mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik berkolaborasi dalam membangun Gresik Baru, Rabu (10/2/2021).

Gus Yani berharap dengan kepemimpinan baru sebagai Ketua Kadin Gresik bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Gresik.

“Berharap Kadin di Gresik ada kolaborasi satu sama lain. Jangan ada monopoli. Gresik sangat luas, sangat kaya. Mari kita bangun bersama-sama,” ajaknya.

“Gresik ada pelabuhan, ada industri, ada tambang, dan kekayaan alam lain. Tapi, yang menjadi pertanyaan, Gresik kotanya di mana. Makanya, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kami ke depan. Untuk itu, kami butuh kerja samanya dengan kadin,” jelas Gus Yani.

Pada kesempatan ini Gus Yani mengutip pernyataan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Katanya, ukuran kabupaten maju bukan karena wujudnya bangunan infrastruktur, tapi terjalinnya harmonisasi kepada semua pihak dan komponen yang ada. Saat itu, saya tambahi ada satu lagi harmonisasi dengan pondok pesantren (ponpes). Di Kabupaten Gresik, banyak ponpes yang telah berdiri lama dan diteruskan oleh para generasi. Ponpes ini yang melahirkan para santri dan generasi penerus yang potensinya luar biasa,” ungkapnya.

Gus Yani juga menyampaikan persoalan publik di Kabupaten Gresik yang harus cepat dituntaskan, seperti banjir, jalan rusak, kemiskinan, dan pengangguran.

“Di Gresik banyak lulusan SMK yang nganggur, ini persoalan yang harus dituntaskan. Untuk itu, saya berharap ada sinergitas kadin dan pemerintah. Kita akan support penuh. Kita duduk bareng untuk diskusi menuntaskan persoalan publik ini,” katanya.

Adapun untuk mengurangi angka pengangguran, ia mengatakan sudah menyiapkan sejumlah program. Di antaranya mengintensifkan pendidikan dan pelatihan skill sesuai kebutuhan yang diperlukan.

“Jadi, apa sih yang dibutuhkan perusahaan, misalnya harus kita siapkan skill-nya. Misal sekarang serba digital, ya kita latih di tempat pelatihan atau kerja sama dengan perusahaan. Sehingga, jangan sampai terjadi ibaratnya yang dibutuhkan pecel, yang dihadirkan rawon. Makanya butuh hadirkan pendidikan sesuai yang dibutuhkan,” pungkasnya. (sgg/ono)