Gus Wahid Arema Berpulang, Warga Bhumi Arema Kehilangan Sosok Kyai Kharismatik

Malang, SERU.co.id – “Innaalillahi wa innaa ilaihi ro’jiuun. Telah meninggal dunia guru kita KH Abdul Wahid Ghozali (Gus Wahid Arema), saat mengisi tausiyah di Ponpes As Salam Singosari pagi ini jam 5.50 an,” bunyi pesan yang beredar di media sosial WhatsApp Group (WAG) dan Facebook (FB), Sabtu (4/7/2020). 

Area pemakaman di Ponpes As Salam Singosari. (ist)

Tak ayal, kabar berpulangnya KH Abdul Wahid Ghozali, atau akrab disapa ‘Gus Wahid Arema’ ini menggegerkan warga Bhumi Arema. Pasalnya, kyai kharismatik ini identik dengan Arema, dimana dalam penyampaian dakwahnya selalu menggunakan basa kiwalan atau bahasa walikan khas Arema, lengkap dengan prokem lainnya. Sehingga mudah dicerna oleh semua kalangan di Bhumi Arema.

Menurut informasi yang didapat SERU.co.id, almarhum meninggal pada 13 Dzulqo’dah 1441 Hijiriah atau hari Sabtu (4/7/2020) sekitar pukul 05.50 WIB pada saat mengisi pengajian rutinan di Pondok Pesantren As-Salam Singosari, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Gus Wahid yang lekat dengan Ponpes As Salam Singosari itu dimakamkan di area pemakaman Ponpes As Salam, Tunjungtirto, Singosari, bakda salat Dhuhur.

Berbagai ucapan bela sungkawa dari beberapa pihak. (ist)

Sosok almarhum merupakan ulama pemersatu semua kalangan dan menjadi penengah konflik yang terjadi di masyarakat. “Mulai dari urusan perseteruan antar organisasi kemasyarakatan (ormas), kelompok pemuda, konflik antar partai politik dan politisi. Gus Wahid Arema hadir menjadi penengah dengan solusi yang dapat diterima semua pihak, sehingga mereka bisa kembali rukun dan bersatu,” kesaksian salah satu ustadz yang hadir takziah dan menyampaikan sedikit ceramah.

Ratusan masyarakat silih berganti memasuki masjid di dalam Pondok Pesantren As-Salam, untuk melaksanakan salat jenazah dan tahlilan yang dilakukan bergelombang hingga prosesi pemakaman seusai salat Dhuhur. Ratusan hingga ribuan orang bertakziyah dan mengantarkan kepergian Gus Wahid Arema untuk terakhir kalinya, dan bersaksi atas seluruh kebaikan Gus Wahid Arema selama hidupnya. 

Baca juga:   Pungli Masih Terjadi di SMPN

Gus Wahid Arema meninggalkan 1 orang istri dan 5 orang anak (2 laki-laki dan 3 perempuan). Sepeninggal beliau, beberapa kalangan berharap anak-anak beliau akan menjadi penerus dalam perjuangan Gus Wahid Arema dalam menegakkan syariat Islam. (rhd)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: