Gus Muhdlor Dapat Masukan Penataan Sidoarjo

Sowan ke Haji Masnuh,

Sidoarjo, Seru.co.id  – Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) terus menggali potensi Sidoarjo. Salah satunya, dengan mendatangi sejumlah tokoh masyarakat Sidoarjo. Salah satunya, Gus Muhdlor bersilaturrahmi ke pengusaha sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo, Haji Masnuh di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Senin (14/09/2020) sore.

 Di rumah pengusaha senior yang juga pernah menjadi bendahara PBNU ini, Gus Muhdlor mendapat sejumlah masukan. Salah satunya soal tata kelola Sidoarjo. Selain itu, juga mendapatkan masukan soal pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Bahkan juga soal tata kelola pemerintahan agar tidak seperti sebelum-sebelumnya.

“Saya bersilaturrahmi secara khusus untuk berkonsultasi dengan Haji Masnuh. Saya minta berbagai masukan soal bagaimana penataan Sidoarjo ke depan. Alhamdulillah diberi masukan banyak. Khususnya soal tata kelola Sidoarjo ini ke depan agar bisa lebih melompat (inovatif),” ujar Gus Muhdlor usai bertemu Haji Masnuh, Senin (14/09/2020) sore.

Tidak hanya itu, lanjut Cabup Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Subandi ini juga mendapat masukan tentang program memberikan warna di Sidoarjo agar kader-kader NU terdistribusi dan menempati pos-pos penting. Tujuannya agar warga NU di Sidoarjo, bukan hanya sekedar menjadi penonton.  “Akan tetapi, warga NU bisa sekaligus aktif dalam membangun dan memberikan masukan untuk Sidoarjo ke depan agar lebih akseleratif,” imbuh alumnus FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.

Ditanya apakah pertemuan ini juga meminta dukungan Haji Masnuh, Gus Muhdlor menyatakan pertemuan yang dilakukan dengan Haji Masnuh merupakan pertemuan perdana. Oleh karenanya, pihaknya bukan hanya sekedar meminta dukungan, tetapi juga meminta restu. 

“Ibarat seorang anak, bukan hanya sekedar minta dukungan, tapi juga restu orangtua. Ketika direstui, Insyaallah dukungan akan mengikutinya. Sebagai seorang santri dan junior, sudah selayaknya saya minta wejangan dan arahan-arahan dari para senior, khususnya senior NU,” tegas putra keenam pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) didampingi sejumlah tim relawan dan tokoh masyarakat.

Baca juga:   Beras Analog dari Kulit Apel ala Mahasiswa UB

Sementara Haji Masnuh mengakui dirinya memberikan sejumlah masukan kepada Gus Muhdlor, tentang Sidoarjo ke depan. Menurut mantan Bendahara Umum PBNU era almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, Sidoarjo disebut Kota UMKM. Namun selama ini, UMKM itu hanya ada di tulisan tapi tidak pernah wujud dalam pembinaan. Menurutnya, jika ada pembinaan UMKM, baginya bakal bisa membangun perekonomian Sidoarjo.

“Kebetulan saya ini penasehat dan pembina UKM sentra logam (Ngingas) yang membawahi 382 home industri. Sampai berpuluh-puluh tahun, ganti Bupati sampai tidak terhitung, tapi kenyataannya cuma begitu-begitu saja. Saya berharap Gus Muhdlor bisa memperhatikan UMKM. Karena ekonomi Indonesia, bukan konglomerat yang perlu diperhatikan, tapi ekonomi kerakyatan. Mereka ingin menghidupi anak istrinya untuk melanjutkan belajarnya. Makanya saya beri masukan, bagaimana anak sekolah itu tidak memberatkan orang tua,” jelasnya.

Haji Masnuh mengaku sebenarnya banyak masukan yang ingin disampaikan ke Gus Muhdlor. Namun dalam pertemuan itu, hanya memberi beberapa masukan. Diantaranya Gus Muhdlor banyak belajar tentang pemerintahan. Bahkan Haji Masnuh berharap Gus Muhdlor menyusun program kerja untuk Sidoarjo, ditata rapi dan tidak terlalu muluk-muluk sehingga program bisa dilaksanakan secara menyeluruh. “Misalnya, belajar dari Bu Risma (Walikota Surabaya) walaupun dia tidak sukses dalam semua programnya, tapi karena prioritas membangun taman-taman sehingga orang masuk Surabaya, bilang wah,” paparnya.

Bagi Haji Masnuh pertemuan itu sebagai penjajagan. Dia menyatakan saat ini gerbong yang dibawanya, pendukung pemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim termasuk yang mendukung almarhum Nur Ahmad Syaifuddin, masih menunggu arahan. “Saya belum tahu gerbong ini mau dibawa kemana. Saya akan melihat dan mengetahui program-program Gus Muhdlor. Karena selain Gus Muhdlor, dua Cabup lain sudah bertemu dengan dirinya. Yakni Cabup Bambang Haryo Soekartono (BHS) dan Cabup Kelana Aprilianto. Gus Muhdlor ini orang ketiga yang datang ke saya,” tandasnya. (wan/ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *