Fiable, Teknologi IoT Penangkapan Ikan untuk Nelayan Jember

Malang, SERU.co.id – Potensi perairan khususnya ikan laut di Kabupaten Jember bisa dibilang tinggi. Namun nelayan banyak kesulitan dalam menangkapnya. Sehingga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) merancang inovasi penangkapan terintegrasi Internet of Things (IoT).

Alat yang digunakan FIABLE atau Fish Attractor Portable. Yaitu teknologi penangkapan ikan tuna berbasis frekuensi suara dan intensitas cahaya bertenaga sistem bandul terintegrasi dengan internet.

“Cahaya warna biru akan memberikan stimulant fototaksis pada ikan tuna, sehingga ikan akan datang,” seru Nikmatul Ula, mahasiswa prodi Kimia UB, salah satu anggota tim Fiable.

Nikmatul Ula menuturkan, Fiable memiliki 4 komponen utama, yaitu atkraktan portable dari suara dan cahaya, sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air Laut Sistem Bandul (PLTGL-SB), sistem IOT dan desain konstruksi yang tahan gelombang besar. Atraktan terdiri dari suara dengan frekuensi 1000 hz dan cahaya berwarna biru.

Tim Fiable beranggotakan 5 mahasiswa, terdiri dari Johannes Marulitua Nainggolan (FMIPA) selaku ketua, Aqhsal Nur Ikhsan (FMIPA), Nikmatul Ula (FMIPA), Vety Bhakti Lestari (FMIPA) dan Yudika Putra Perdana Pangaribuan (FT). Mereka dibimbing oleh salah satu Dosen Teknik Elektro UB, Waru Djuritano, ST, MT.

Senada, Yudika Putra Perdana Pangaribuan (Teknik Elektro FT) mengatakan, sistem yang dibangun untuk pembangkit listrik memanfaatkan gelombang air laut, sehingga dapat mengerakkan bandul dan menghasilkan listrik.

“Pada alat Fiable, kami memanfaatkan platfrom thinger.io yang kemudian akan disambungkan dengan handphone nelayan. Dengan adanya sistem IoT, nelayan dapat mengontrol alat dari handphone,” ujar Yudika.

Mekanisme kerja Fiable. (ist) - Fiable, Teknologi IoT Penangkapan Ikan untuk Nelayan Jember
Mekanisme kerja Fiable. (ist)

Lebih lanjut, Vety Bhakti Lestari (Statistika FMIPA) menjelaskan, alat Fiable akan diterapkan di Dusun Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Harapannya, alat FIABLE dapat bekerja dengan baik dan memberi dampak positif bagi nelayan jember.

“Kami juga akan melakukan analisis secara statistika untuk menentukan peningkatan produktivitas nelayan setelah menggunakan alat kami,“ ujar Vety.

Sementara, Ketua Tim, Marulitua Nainggolan (Fisika FMIPA) mengharapkan, alat Fiable dapat berkembang dan menjadi salah satu teknologi terapan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga kedepan, masyarakat bisa memperoleh hasil tangkapan yang lebih banyak dan manfaatnya kembali kepada masyarakat.

“Saya berharap Fiable dapat menjadi solusi bagi permasalahan nelayan dan menjadi salah satu langkah awal kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat. Ilmu kita menunggu untuk di terapkan,” tutur Johannes.

Sementara salah satu nelayan yang berada di Jember, Affandi mengungkapkan, permasalahan yang sering dialami nelayan ialah kesulitan dalam menentukan lokasi ikan berkumpul. Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan penangkapan ikan. Ditambah keterbatasan waktu ketika melaut juga sering dialami oleh nelayan.

“Biasanya nelayan melaut dari pagi hingga sore, karena di malam hari ombak laut cukup besar,” terang Affandi.

Solusi yang dilakukan nelayan adalah menggunakan atraktan dari bambu untuk memanggil dan mengumpulkan ikan. Tetapi solusi tersebut kurang efektif, karena atraktan bambu mudah hanyut. Sehingga ikan sulit berkumpul serta kurang efektif di malam hari.

“Permasalahan tersebut dapat mempengaruhi produktivitas nelayan Jember,” pungkasnya.

Berkat inovasi teknologi ini, Fiable berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan IPTEK (PKM-Iptek). (jaz/rhd)


Baca juga: