Farm Land, Wisata Edukasi dan Interaksi Hewan Ternak di Eco Interaktif Park

Batu, SERU.co.id – Berkunjung ke Kota Batu, banyak pilihan wisata keluarga. Satu diantara wahana terbaru yang ada di Kota Batu adalah Farm Land. Berada di area Eco Green Park, sebelah barat Jatimpark 2, menawarkan wisata interaksi hewan ternak.

Guest Relations Officer (GRO) Eco Green Park, Esther Sri Sunarsih mengatakan, Farm Land memiliki konsep wisata peternakan di desa. Beberapa zona ternak yang dihadirkan, antara lain ayam, kambing, kelinci, kuda poni, alpaka, unta, dan long horn. Pengunjung terutama anak-anak, bisa memberikan makan pada hewan-hewan tersebut dengan lebih leluasa.

“Pengunjung bisa masuk ke kandang, sambil memberi makan,” seru Esther, sapaan akrabnya.

Esther menjelaskan, tidak hanya sekedar ‘feeding’ atau memberi makan saja, namun pengunjung bisa bermain di dalam kandang ternak tersebut tanpa dibatasi waktu. Dengan hadirnya Farm Land ini, pengunjung terutama anak, akan memiliki rasa sayang terhadap hewan, khususnya yang diternakkan. Untuk memasuki Farm Land, ada beberapa cara pembelian tiket. 

“Kalau tiket Farm Land saja Rp35 ribu, kalau beli tiket Eco Green Park Rp75 ribu, sudah termasuk tiket terusan ke Farm Land. Atau bisa juga tiket terusan dari paket Jatimpark 2,” cetusnya

Esther menambahkan, selain libur Lebaran seperti saat ini, Farm Land bisa menjadi pilihan wisata edukasi untuk pelajar. Pihaknya menyiapkan pemandu lokal untuk memberikan edukasi. Secara umum, edukasi yang diberikan adalah deskripsi seputar hewan ternak.

“Jadi nanti pengunjung bisa tahu, bagaimana perkembangbiakannya, asal hewan, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, Operational Manager Eco Green Park, Deni Rina Sari menambahkan, wahana Farm Land membuat pengunjung bisa berinteraksi dengan berbagai hewan jinak. Area farm land, seluas 1 hektar. Saat ini Eco Green Park juga dikenal dengan nama lain Eco Interaktif Park.

“Sebenarnya tidak berganti nama, cuma kebetulan sekarang kegiatan interaktifnya lebih menonjol. Jadi cuma sekedar bahasa marketingnya saja. Mengapa Eco Interaktif Park, karena pengunjung sekarang bisa lebih berinteraksi dengan berbagai koleksi hewan disini, tidak cuma sekedar kasih makan saja,” pungkasnya. (dik/rhd)


Baca juga: