Empat Pemda Sepakat Wisata Bromo Dibuka Kembali

Malang, SERU.co.id – Merespon masa transisi tatanan kehidupan baru (New Normal, red) pandemi Covid-19, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melakukan reaktivasi secara bertahap.

“Hasil koordinasi disepakati, reaktivasi kawasan TNBTS untuk kunjungan wisata alam dilakukan secara bertahap. Tetap berkoordinasi Gugus Tugas Covid-19 dan Pemda setempat, serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, sesuai pedoman dan peraturan perundangan yang berlaku,” terang Ir John Kenedie, MM, Kepala BB TNBTS.

Pada tahap awal, kegiatan pariwisata alam one day trip dapat dilakukan pada wilayah zona tidak terdampak (hijau) dan zona resiko rendah (kuning), dan atau zona lain dengan rekomendasi tertulis dari Bupati. Pembelian tiket masuk hanya dapat dilakukan secara online melalui situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org sesuai dengan ketersediaan kuota sebesar 20% dari Daya Dukung (DD) Daya Tampung (DT) (atau sejumlah 739 orang).

“Contohnya, site Pananjakan di Kabupaten Pasuruan : 178 orang/hari, dengan estimasi 20% dari DD/DT sebanyak 892 orang. Selebihnya 178 orang tidak akan bisa masuk,” terang JK, sapaan akrab Kepala  BB TNBTS.

Kepala BB TNBTS Ir John Kenedie, MM, bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Perayaan Yadnya Kasada tahun 2020, lanjut JK, akan tetap dilaksanakan khusus masyarakat Tengger. Dengan tetap memperhatikan prokes pengendalian Covid-19 dan tidak dibuka untuk wisatawan.

Sebelum diputuskan, Kepala BB TNBTS telah berkoordinasi dengan para pihak terkait, seperti Dirjen Konservasi SDA Hayati dan Ekosistem, Bupati Malang, Bupati Pasuruan, Bupati Probolinggo, Bupati Lumajang, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Konservasi (PJLHK) Ditjen KSDAE, pelaku usaha wisata, kelompok masyarakat penggiat wisata dan konservasi serta tokoh masyarakat Tengger, di Aula Kantor TNBTS, Rabu (1/7/2020) sore.

“Prinsipnya, semua sepakat untuk dibuka, kecuali pendakian Semeru. Yang ke Bromo, semua sepakat untuk dibuka. Syaratnya, semua mengikuti prokes pencegahan Covid-19. Termasuk mengikuti aturan, mekanisme, cara-caranya,” timpal Thoriqul Haq, Bupati Lumajang, usai rakor kepada SERU.co.id

Baca juga:   Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Luncurkan Gerakan BISA di Makam Sunan Drajat

Terkait waktu, pihaknya belum bisa memutuskan dan masih tahap pematangan. Para pihak terkait ini bertukar gagasan untuk merangcang persiapan teknis pembukaan wisata Bromo. “Soal waktu, kita perbincangkan lagi. Intinya, semua akan dimonitor dan dikonsolidasi oleh TNBTS dengan menyiapkan langkah teknis new normal dalam sektor wisata Bromo,” tandas Thoriq.

Jika terjadi pelanggaran terhadap pelaksanaan protokol dan panduan kunjungan wisata alam sesuai prosedur pengendalian Covid-19, para pihak bersepakat untuk memberikan sanksi kepada pelanggar. Dan apabila ada bertambahnya kasus Covid-19, maka kegiatan wisata sewaktu-waktu dapat ditutup kembali.

“Bromo kita buka bertahap 10 sampai 30 persen. Kalau nanti membaik, bisa dinaikkan jadi 40 sampai 50 persen. Tapi kalau nanti setelah dibuka ada kejadian, dengan sangat terpaksa akan kami tutup kembali,” tegas JK. (rhd)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: