Dukung Indonesia Sehat, Uniga Vaksin 1.000 Dosis

MalangSERU.co.id – Universitas Gajayana Malang (Uniga) kali ini memvaksin 1.000 dosis. Ditujukan tidak hanya mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum, baik dosis pertama dan dosis kedua.

Rektor Uniga, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM menjelaskan, Uniga mempunyai peranan untuk membawa satu visi Indonesia lebih sehat. Uniga berkolaborasi dengan Kodim, Pemkot Malang, relawan, dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).

“Alhamdulillah luar biasa, kita melihat kurang dari seminggu sudah lebih 1.000. Pendaftaran dilakukan secara online semua. Masyarakat sadar teknologi, tidak merepotkan, karena semua dilakukan berdasarkan teknologi,” seru Dyah Sawitri, Kamis (14/10/2021).

Perempuan kelahiran Trenggalek 1967 ini menyebutkan, dalam pendaftaran vaksin, masyarakat hanya mengisi google form yang telah disediakan. Hanya selang lima hari pendaftaran sudah penuh, karena masyarakat memang membutuhkan.

“Mudah sekali kita melihat, karena sudah tahu sasarannya vaksin pertama atau kedua,” imbuh perempuan yang pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Kebersihan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Pihaknya tidak memilah dan memberikan kuota khusus bagi mahasiswa. Karena Uniga menginginkan dan berusaha masyarakat sadar vaksin berbasis kampus. Sehingga kampus itu mempunyai nilai tambah di masyarakat untuk kebermanfaatan.

“Vaksin di kampus itu nyaman, enak, diarahkan, ditata baik. Sehingga mempunyai kebutuhan dan kesadaran dengan sendirinya,” pungkas alumnus Manajemen Universitas Brawijaya (UB) 1999 itu.

Rektor Uniga, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM memberikan sambutan. (jaz) - Dukung Indonesia Sehat, Uniga Vaksin 1.000 Dosis
Rektor Uniga, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM memberikan sambutan. (jaz)

Senada, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Ramadhani mengungkapkan, capaian vaksinasi Kota Malang saat ini sudah tinggi. Karena tidak hanya TNI, namun juga dari kepolisian dan Pemkot Malang melalui Dinkes.

“Semakin banyak divaksin, akan membentuk herd immunity,” beber Letkol Arm Ferdian.

Pihaknya menambahkan, tidak boleh lengah dalam kasus aktif covid-19. Agar tidak kecolongan seperti di awal tahun 2021 yang  terpapar melonjak.

“Kita tidak boleh lengah, tentunya menjadi kewaspadaan, jangan tidak ada gelombang tiga,” pungkasnya.

Senada, Walikota Malang, Drs H Sutiaji mengungkapkan, terima kasih kepada pihak kampus, Dandim 0833, para tenaga kesehatan (nakes), relawan dan masyarakat. Yang telah bersama-sama mensukseskan penguatan imun melalui vaksinasi.

“Alhamdulillah masyarakat Kota Malang berduyun-duyun mendatangi vaksin. Sudah 87 hampir 90 persen sudah tervaksin dosis pertama. Kalau dosis kedua sekitar 60-an persen,” bebernya.

Terkait ketersediaan vaksin, Pemkot Malang  mengaku cukup untuk merealisasikan capaian 100 persen. Jika memang belum divaksin, pihaknya bakal melakukan door to door langsung ke kelurahan.

“Jangan bingung, nanti menyasar dari RW ke RW, terus keliling,” imbuhnya. (jaz/rhd)


Baca juga: