Dinsos Dampingi Anak Kehilangan Ortu Akibat Covid-19

MalangSERU.co.id – Tak sedikit anak-anak di Kota Malang yang kehilangan orang tuanya karena covid-19. Data yang diperoleh dari Dinsos sebanyak 101 anak, baik yatim, piatu maupun keduanya. Pendampingan yang dilakukan yakni dengan mendatangkan psikolog maupun relawan konseling.

Tim dari Dinsos tersebut mendatangi langsung ke rumah anak terdampak. Ada beberapa yang merahasiakan, ada yang langsung mengetahui kemangkatan orang tuanya. Dampak psikologi secara langsung dialami anak ketika kehilangan sosok terdekat.   

“Kita punya dua psikologi, kadang – kadang kita terjunkan. Seperti kemarin yang yatim piatu meninggal ibunya, itu kita datangkan. Teman-teman konseling ke teman-teman yatim piatu,” seru Kadinsos P3AP2KB, Dra Penny Indiyani MM. 

Pihaknya menuturkan, trauma healing yang dilakukan rutin dilakukan Dinsos mempunyai Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bidang tersebut yang lebih fokus mendampingi khususnya perempuan dan anak. 

Menurut Penny, tidak mengetahui data anak yang terkonfirmasi positif, karena ranahnya di Dinas Kesehatan (Dinkes). Dinsos Kota Malang mengambil peran dalam hal penanganan dampak setelah meninggalnya orang tua.

“Yang tahu persis, datanya Dinkes. Kita follow up yang orang tuanya meninggal, baru kita datangi,” beber Penny.

Lebih lanjut, penanganan bagi anak yang kehilangan orang tua seperti yang dilakukan Walikota Malang. Jika tidak mampu akan masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ketika masih dalam jenjang pendidikan formal Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) diusulkan dana Bantuan Operasinal Sekolah (BOS).

“Mungkin kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.” terangnya. 

Kerjasama juga dilakukan kepada Lembaga kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk memberikan konseling. Bimbingan konseling untuk anak-anak lebih kepada mengurangi kesedihan dan memberikan semangat untuk terus tumbuh dan berkembang.

“Yang penting anak-anak tumbuh sesuai usianya,” pungkasnya.

Data yang diterima SERU.co.id, jumlah 101 anak yang tersebar di lima kecamatan. Paling banyak berada di Kecamatan Blimbing sejumlah 48 anak. Usia 1-5 tahun 3 anak, usia 6-12 tahun 20 anak, usia 13-15 tahun 13 anak.

Kemudian, Kecamatan Kedungkandang dan Lowokwaru sama-sama sebanyak 18 anak. Disusul, Kecamatan Sukun ada 11 anak, serta paling sedikit berada di Kecamatan Klojen sejumlah enam anak. Total se-Kota Malang jumlah anak yang kehilangan ayah dan ibu (yatim piatu) sebanyak 10 anak. (jaz/rhd)


Baca juga: