Deputi Kemenko Marves Usulkan Isolasi Ibu Hamil di Malang

Malang, SERU.co.id – Kementerian Kesehatan baru saja mengeluarkan vaksinasi bagi ibu hamil di awal bulan Agustus 2021. Banyak kasus ibu hamil yang terpapar covid-19 di Malang, maka perlu dibentuk isolasi khusus bagi perempuan yang mengandung.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto menjelaskan, salah satu yang menjadi perhatian adalah bagi ibu hamil yang terpapar. Kondisi yang cepat menurun sangat riskan bila hanya menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kondisi ibu hamil yang terpapar memiliki risiko tinggi. Saturasinya cepat (menurun) jika kekurangan oksigen,” ungkapnya.

Pihaknya menyebutkan, agar membuat isolasi ibu hamil dengan kapasitas kecil-kecilan antara 20 sampai 30 kamar. Sejauh ini isoter ibu hamil yang telah dikunjungi berada di Provinsi Jawa Tengah.

“Kalau di Solo Raya disediakan hotel, di Malang bisa wisma atau apa begitu,” ungkapnya.

Pria yang mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan kebijakan kementerian, yakin soal obat-obatan di Malang Raya tidak ada masalah.

“Saya yakin dari Kodim sudah didistribusikan seperti arahan dari Bapak Presiden,” ungkapnya.

Walikota Malang, Sutiaji ditemui di lobi Balaikota Malang. (jaz) - Deputi Kemenko Marves Usulkan Isolasi Ibu Hamil di Malang
Walikota Malang, Sutiaji ditemui di lobi Balaikota Malang. (jaz)

Diketahui, baru akhir bulan Juni 2021 pemerintah mengeluarkan keputusan vaksinasi bagi ibu hamil. Padahal, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah mengirimkan surat rekomendasi vaksinasi ibu hamil kepada ke Kemenkes dinilai lambat. Banyak ibu hamil yang terpapar covid-19.

“Karena anjuran ibu hamil divaksinasi terlambat,” ujarnya.

Sementara Walikota Malang, Drs H Sutiaji mengatakan, kedatangan Deputi Bidang Kemenko Marves untuk persiapan data yang dimiliki. Serta salah satu usulan untuk membuat isolasi bagi ibu yang sedang mengandung.

“Disiapkan data. Data termasuk isolasi terpusat, dan akan melakukan isolasi kepada ibu hamil,” terang Sutiaji.

Terkait isolasi terpusat (isoter), Sutiaji mengklaim sudah melakukan sebelumnya. Tapi penerapan di lapangan belum bisa sesuai yang diharapkan. Banyak masyarakat yang enggan dibawa ke safehouse.

“Isoter sebenarnya sudah ada, tapi belum dimaksimalkan,” pungkasnya. (jaz/rhd)


Baca juga: