Delapan Orang Hasil Rapid Reaktif Langsung Diisolasi

Sidoarjo, SERU.co.id – Petugas gabungan Polsek Krian bersama Dishub, TNI serta petugas tenaga kesehatan (nakes) memperketat penyekatan di hari kedua. Hasilnya, ditemukan 8 orang luar kota reaktif usai dirapid tes antigen.

Kedelapan orang itu, rinciannya berasal dari 3 lokasi titik penyekatan dan pemeriksaan rapid antigen. Dari Pos Penyekatan By Pass Krian ada 4 orang, Pos Penyekatan Porong 3 orang dan Pos Penyekatan Waru 1 orang.

Dalam penyekatan libur panjang Imlek 2021 ini, seluruh pengendara bernopol luar kota yang melintas akses Sidoarjo lebih diperketat. Selain pengendara akan dicek suhu badan dan diperiksa identitasnya. Jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat akan dirapid antigen di tempat.

Sedangkan jika hasilnya reaktif maka akan menjalani isolasi di Hotel Delta Sinar Mayang. Di Pos By Pass Krian misalnya, dua orang laki-laki luar kota dinyatakan reaktif. Setelah dicek identitasnya, kedua warga yang dinyatakan reaktif adalah warga Manyar Gresik dan Banjarrejo, Blora (Jawa Tengah).

Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason mengatakan pada hari kedua mobilitas pengendara dari luar kota yang melintas Krian jumlahnya meningkat. Karena libur panjang akhir pekan sekaligus tahun baru Cina (Imlek) 2021.

“Karena itu kegiatan penyekatan dan pemeriksaan akan kami perketat dari hari sebelumnya. Hasilnya, ada dua warga luar kota laki-laki yang hasil apid antigennya reaktif,” ujar Kompol Mukhlason, Sabtu (13/02/2021).

Selain itu, lanjut mantan Kapolsek Ngadiluwih ini, pihaknya bakal terus menggelorakan disiplin protokol kesehatan dengan mengedukasi masyarakat melalui pemberlakuan jam malam, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak serta mengurangi mobilitas.

“Kami tak kenal lelah dalam sosialisasi menerapkan disiplin Prokes. Setiap waktu pagi, siang dan malam. Karena ini upaya untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Krian dan sekitarnya,” tandasnya.

Sebelumnya, mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) di saat libur panjang akhir pekan yang bersamaan dengan Tahun Baru Imlek 2021, semua kendaraan bernopol luar kota Sidoarjo diberhentikan petugas gabungan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan di beberapa perbatasan Kabupaten Sidoarjo dengan wilayah lain, Jumat (12/02/2021).

Setelah diberhentikan petugas, pengendara diperiksa identitas diri dan tujuannya serta keperluannya. Kemudian dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan tes rapid antigen. Bagi masyarakat luar kota yang hasil rapidnya reaktif, maka langkah berikutnya dibawa ke tempat karantina (isolasi) di Hotel Delta Sinar Mayang, Sidoarjo.

Penyekatan ini untuk kendaraan bernopol luar kota Sidoarjo, berlangsung di Pos Lantas Waru, depan Pusdik Sabhara Porong, By Pass Krian, juga diberlakukan tes rapid antigen terhadap penumpang bus dari luar kota di Terminal Purabaya, Bungurasih, Kecamatan Waru.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan pihaknya bersama Forkopimda Sidoarjo mulai 12 Februari 2021 sampai dengan 14 Februari 2021 bakal melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat dari luar kota Sidoarjo melalui identifikasi nopol kendaraan.

“Setelah kami hentikan, pengendara maupun penumpangnya kami periksa identitas diri dan suhu tubuhnya. Kalau identitas dirinya berasal dari luar kota, maka langsung tes rapid antigen yang bersangkutan. Bagi yang reaktif langsung kami bawa ke tempat isolasi,” ujarnya.

Tindakan rapid test kepada para pengendara dari luar kota ini, lanjut Sumardji sebagai upaya mencegah penyebarluasan Covid-19 di wilayah  Sidoarjo. Khususnya di saat libur panjang akhir pekan bersamaan Tahun Baru Imlek.

“Kami berharap masyarakat mematuhi peraturan pemerintah dan protokol kesehatan dalam rangka mempercepat penangan Covid-19,” pintanya.

Berdasarkan data Polresta Sidoarjo, untuk rapid tes antigen mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB di empat titik akses masuk wilayah Kabupaten Sidoarjo itu, total sebanyak 430 warga dari luar kota dilakukan rapid. (wan/ono)