Dampak Pragmatisme Politik 2019, KPU Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Pemilu 2024

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Malang, Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Muhammad Toyib mengatakan, ada banyak upaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU hingga partai politik.

“Peningkatan partisipasi masyarakat bukan hanya menjadi tugas KPU saja, melainkan semua pihak yang terlibat, seperti media, partai politik peserta pemilu, dan lainnya. Mobilisasi massa justru sebagai ajang yang bisa dilakukan partai politik untuk pemenangan calon anggotanya,” seru Toyib.

Yang perlu dipahami, lanjut Toyib, partai politik akan berlomba-lomba menarik perhatian para pemilihnya. Sehingga mau tidak mau sosialisasi apa saja akan dilakukan, agar menggerakkan masyarakat mencoblos calon terbaik yang diusung.

komisioner kpu kota malang, muhammad toyib
Komisioner KPU Kota Malang, Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Muhammad Toyib. (rhd)

“Menurut saya, partisipasi yang ideal itu adalah partisipasi kecerdasan pemilih. Dimana partisipasi masyarakat berbanding lurus dengan kecerdasan pemilih. Dilandasi pemilihan karena nalar secara cerdas,” tegasnya.

Dicontohkannya, partisipasi yang tinggi belum tentu dilakukan pemilih yang cerdas. Bisa jadi mobilisasi massa itu karena money politic, fanatik dengan artis idola, asal pilih, hingga tanpa melihat kemampuan calon tersebut.

“Sementara, memilih berdasarkan landasan nalar dan logika, maka pemilih cerdas sangat menentukan nasib bangsa dengan pemimpin yang tepat,’ optimismenya.

Ditambahkannya, KPU akan menerapkan penguatan di beberapa titik yang dianggap timpang atau kurang. Misalnya pelayanan sosialisasi dan pencoblosan di lapas, kampus, pasar dan lainnya.

“Sehingga titik-titik kosong itu akan termaksimalkan potensi partisipasi masyarakatnya,” tandasnya. (rhd)

Sorry, you cant copy SERU.co.id!