Dampak Pragmatisme Politik 2019, KPU Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Pemilu 2024

Malang, SERU.co.id – Pragmatisme dan apatisme politik masyarakat yang masih rendah, adalah buntut isu SARA, kampanye hitam dan money politic pada Pemilu 2019. Dampaknya partisipasi masyarakat dikhawatirkan akan menurun pada Pemilu 2024 mendatang. Sehingga perlu upaya keterlibatan semua pihak untuk meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat.

Ketua KPU Kota Malang, Aminah Asminingtyas mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap tahapan Pemilu 2024. Pihaknya menargetkan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 di Kota Malang mencapai 77 persen.

“Kami akan mengajak dan melibatkan peran semua pihak, agar partisipasi masyarakat meningkat. Mulai ikut mengawasi hingga mengikuti setiap tahapan Pemilu sampai memunculkan pemimpin,” seru Aminah.

Adapun jumlah pemilih di Kota Malang yang telah diupdate per Oktober 2022, Aminah menyebutkan mencapai sekitar 612 ribu pemilih. Namun disebutkan, data itu akan dimutahirkan lagi pada Maret 2023 mendatang.

“Karena ada pandemi, jumlah ini mengalami penurunan. 2019 lalu ada sekitar 623 ribu. Tapi yang sekarang kan masih diupdate terus,” imbuhnya.

Disinggung soal masyarakat yang golput, Aminah mengatakan, suara rakyat menjadi penentu pemimpin tiap daerah bahkan negara. Untuk itu, diharapkan masyarakat turut berpartisipasi mensukseskan Pemilu serentak 2024 mendatang.

Menurutnya, tahapan awal Pemilu 2024 telah dijalankan. Mulai perencanaan, penyusunan regulasi, pendaftaran dan verifikasi peserta hingga penetapan partai politik 2024. Ada 18 parpol yang sudah lolos administrasi, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi faktual pada 9 parpol secara nasional.

Sorry, you cant copy SERU.co.id!