Cyber Ethics

Muhammad Novana Hadie (201810370311323)
Universitas Muhammadiyah Malang

Di tengah perkembangan zaman pada saat ini, segala sesuatu mengalami perkembangan yang sangat luar biasa dan hal-hal tersebut tidak mudah untuk dikendalikan. Perkembangan tersebut meliputi perkembangangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, sosial budaya, dan lain-lain. Pengaruh perkembangan modern adalah memunculkan perilaku gaya hidup baru. Munculnya gaya hidup baru ini jelas karena pengaruh perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan zaman modern ini, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, disadari atau tidak telah mengubah pola hidup dan pola komsumsi manusia secara cepat atau instan. Melihat realitas kehidupan manusia yang terjadi saat ini menujukkan bahwa hamper segala sesuatu yang kita lakukan atau capai adalah mudah, terutama gaya hidup dan pola konsumsi akibat era yang berbeda.

Cyber Ethic adalah aturan yang tidak tertulis yang dikenal di dalam dunia IT. Manfaaat yang harus diikuti dengan komunikasi antar pengguna teknologi, khususnya teknologi informasi. Belum adanya batasan fisik yang jelas dan penggunaan IT di berbagai bidang diharapkan setiap orang yang menggunakan teknologi informasi akan menghormatik cyber ethics. Filosofi berinteraksi dalam dunia maya adalah berinteraksi dengan kemungkinan terbesar tanpa pernah bertemu fisik secara langsung Sementara dalam interaksi itu tentu ada nilai-nilai yang harus dihargai menyangkut karya cipta orang lain yang dipublikasikan melalui internet. Untuk itulah maka cyber ethics menjadi hal yang penting untuk dikembangkan.

Cyber ethics memunculkan peluang baru dalam bidang pendidikan, bisnis, layanan pemerintah dengan adanya kehadiran internet. Sehingga memunculkan netiket atau netiquette yaitu salah satu etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet, berpedoman pada IETF (the internet engineering task force), yang menetapkan RFC (netiquette guidelies dalam request for comments). Dan etika dalam berinternet biasa disebut dengan cyber ethics (etika cyber). Menurut Elaine Englehardt (2001) bahwa kita tidak menciptakan sistem etika sendiri, yang berarti bahwa etika biasanya mengikuti kode budaya dari moralitas. Donald Wright (1996) memperkuat bahwa etika harus menjadi batu penjuru dari peradaban manapun dimana nilai-nilai seperti kebenaran, kejujuran, dan untegritas dipertahankan. Sementara Dan Ken Andersen (2003) berpendapat bahwa tanpa pemahaman dan ekspresi nilai-nilai etika, masyarakat akan dirugikan.

Baca juga:   Sepekan Dioperasikan, Dishub Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Kedungkandang

Menurut Richard A. Spinello (2004) cyber ethic dapat didefinisikan sebagai bidang etika yang diterapkan dari pada meneliti masalah moral dan sosial moral dalam pengembangan dan penggunaan teknologi dunia maya. Cyber technology mengacu pada spektrum teknologi yang luas mulai dari komputer standar yang berdiri sendiri hingga kelompok jaringan komputasi teknologi informasi dan komunikasi. Spinello menyatakan bahwa masalah moral dan sosial hukum yang berkembang dalam cybertechnology adalah cyberethics. Sedangkan teknologi cyber merupakan spektrum besar yang membahas komputasi jaringan informasi dan teknologi komunikasi.

Sejak awal peradaban manusia selalu termotivasi untuk memperbaharui teknologi yang ada. Ini adalah perkembangan besar dan kemajuan berkelanjutan. Dari semua kemajuan signifikan yang telah dicapai orang selama ini, mungkin yang paling penting adalah perkembangan internet. Pengguna internet telah membuat kemajuan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah paket data yang mengalir melalui internet telah meningkat secara dramatis. Dan seperti halnya dunia nyata, internet sebagai dunia maya juga berisi tangan-tangan usil baik untuk memperoleh keuntungan materi maupun hanya untuk kesenangan dan mengharapkannya maka perlu dibuat aturan atau etika untuk kegiatan di dalamnya. dunia maya. Beberapa alasan pentingnya etika di dunia maya adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda. Bahkan di suatu negara, tentunya setiap individu memiliki karakter yang berbeda dalam berbicara, menulis, dan memiliki selera humor.
  2. Pengguna internet adalah orang yang hidup di dunia tanpa nama yang tidak membutuhkan pernyataan identitas yang sebenarnya dalam interaksinya. Hal ini membuat kita tidak terbiasa dengan arti sebenarnya dari kata tersebut atau bahkan salah satu pengguna dunia maya tidak akan pernah menghadapi pengguna lain.
  3. Berbagai jenis fasilitas yang disediakan di internet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak etis atau suka bersenang-senang dengan melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.
  4. Perlu diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya penduduk baru di dunia ini. Ada kemungkinan warga baru tidak tahu bagaimana bergaul dengan baik dan benar. Untuk itu perlu diberikan pemahaman untuk memahami etika internet.
Baca juga:   Pekarangan Pangan Lestasi (P2L) Solusi Ketahanan Pengan Ditengah Pandemi Covid-19

Beberapa contoh etika dalam penggunaan Internet Dengan meningkatnya jumlah pengguna Internet, mudah untuk terjebak dalam konflik di antara para pengguna Internet. Untuk ini kita membutuhkan etika yang memandu kita dalam penggunaan Internet dan berikut ini adalah contoh dari beberapa etika Internet:

  1. Perhatikan dalam penggunaan huruf kapital
    Penggunaan spanduk harus diperhatikan. Jangan gunakan tanda dengan hati-hati. Karena penggunaan huruf kapital yang tidak tepat dapat disalahartikan oleh pengguna internet lainnya. Misalnya, menggunakan bahasa yang tidak senonoh adalah cerminan dari orang yang sedang marah. Spanduk sering digunakan untuk menyingkat atau memberi nama mata belakang atau organisasi.

  2. Hati – hati terhadap informasi yang kita terima
    Yang Kita Dapatkan Melalui Internet kita bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Atau spam, berita palsu, dan lainnya. Untuk itu, cobalah mencari sumber-sumber yang dapat dipercaya. Atau cari sumber lain untuk mengetahui apakah informasi Anda akurat atau tidak.

  3. Penggunaan CC di Email
    Beberapa pengguna email mungkin adalah orang awam yang tidak terlalu mengerti atau tidak banyak menggunakan email. Jika Anda adalah orang ini, jangan cantumkan namanya di kolom CC alamat email. Karena jika Anda melakukannya, setiap orang yang menerima email Anda dapat melihat alamat email orang lain. Untuk itu tetap gunakan BCC agar semua orang bisa melihat emailnya.

  4. Menggunakan Format HTML
    Saat mengirim email, jangan mencoba untuk memformat html kecuali Anda yakin penerima dapat membaca kode html.

  5. Pengiriman file atau Attachment di Email
    Jangan hati-hati mengupload file melalui email. Perhatikan ukuran file yang akan kita upload. Jangan terlalu besar. Karena itu mempengaruhi penerima email kita. Solusinya coba dulu sebelum upload file yang akan kita kirim lalu menguncinya agar bisa memperkecil ukuran file.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *