Camat Pesanggaran: Air Kebutuhan Pokok Sangat Disayangkan Kalau Ditolak

Banyuwangi, SERU.co.id – Camat Pesanggaran, Sugiyo Darmawan sangat menyayangkan dihentikannya pengeboran air untuk keperluan warga lingkungan RT 06, RT 07 dan warga lingkungan Roworejo dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Menurut Sugiyo program air bersih yang dibiayai oleh PT. Bumi Suksesindo (BSI) atas permintaan warga dusun Pancer itu sangat penting. Karena air bersih itu sumber pokok.

“Yang namanya air bersih itu sangat diperlukan untuk kehidupan masyarakat,” kata Sugiyo Darmawan, melalui sambungan WhatsApp, Rabu (13/10/2021).

Sugiyo Darmawan menegaskan, penolakan pengeboran air itu sangat dibutuhkan, apalagi ketika musim kemarau, debit air akan menurun bahkan sumur-sumur warga ada yang kekeringan.

“Permasalahan saat ini bukan masalah menolak atau mendukung pengeboran air. Ini masalah pengadaan air bersih di dusun Pancer. Saya tegaskan, masyarakat itu butuh air bersih. Jangan sampai saat musim kemarau warga kesulitan air, begitu juga saat musim hujan warga butuh air bersih juga,” tegasnya.

Agar pengeboran air yang difasilitasi oleh BSI, Camat Pesanggaran akan melihat perijinannya. Jika perijinannya sudah tidak ada masalah pihaknya akan menjembatani antara yang pro dan kontra pengeboran air.

“Sebagai bagian dari pemerintah kami akan berupaya untuk menjembatani, agat perbedaan kedua belah pihak bisa menjadi kesepahaman,” ujar orang nomor satu di Pemerintahan Kecamatan Pesanggaran itu.

Sayangnya, Kepala Dusun Pancer, Fitri dan Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin terkait permasalahan ini tidak mau komentar. Bahkan Fitri di tilp tidak mau mengangkat, dan di japri melalui sambungan WhatsApp hanya di baca saja.

Sebelumnya, Pengurus HIPPAM Roworejo, Agus Prihandoyo sangat menyesalkan aksi penolakan pengeboran air bersih yang dilakukan oleh segelintir orang dusun Pancer. Padahal, pengeboran air itu atas usulan warga Dusun Pancer yang selama ini kesulitan air bersih.

Bahkan warga lingkungan Pulau Merah RT 06, 07 dan warga lingkungan Roworejo hingga saat ini sangat membutuhkan air bersih. Di wilayah tersebut airnya sangat keruh.

“Sumur yang ada di RT 06 dan 07 serta lingkungan Roworejo itu tidak seperti yang ada di wilayah Pancer. Disana airnya sangat keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi. Kalau dibuat nyuci baju akan timbul bercak kuning,” kata Agus Prihandoyo alias Kingkong.

Dampak adanya penolakan tersebut, BSI langsung menarik seluruh peralatan pengeboran air. (tut)


Baca juga: