Bupati Jember Terpilih Butuh Tim Transisi

Jember, SERU.co.id – Carut marut birokrasi sistem pemerintahan kabupaten Jember selama ini dinilai berpotensi mengganggu kinerja bupati terpilih pilkada 2020, di awal – awal masa kerjanya. Oleh sebab itu dibutuhkan tim transisi yang bergerak masiv memudahkan bupati terpilih untuk memulai tugasnya.

“Jember ini sudah abnormal, butuh penangan serius bupati terpilih. Oleh sebab itu harus ada tim transisi untuk memudahkan dia memulai pekerjaan ,” kata Hadinudin, anggota fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jatim, Rabu (13/1/2021).

Menurut Hadinudin, di Jember banyak tokoh masyarakat yang paham pemerintahan Jember dan berbagai persoalannya, seperti mantan bupati, birokrat, akademisi, dan politisi. Mereka bisa dimintai masukan untuk merumuskan langkah cepat pemulihan Jember ke depan.

Terutama, para legislator dari partai pengusung yang paham detail permasalahan Jember akhir akhir ini.

Hadinudin menyebutkan sejumlah persoalan krusial seperti APBD Kabupaten Jember tahun anggaran 2021. Ketika bupati terpilih dilantik, diharapkan dengan APBD itu sudah siap kerja tanpa pembahasan rumit yang memakan waktu.

Dalam hal penataan birokrasi, kata Hadinudin, bupati perlu tim transisi agar persoalan SOTK Pemkab yang masih menyisakan masalah, tidak mengganggu di awal kinerjanya.

“Itu mantan mantan birokrat yang pensiun khan banyak, bisa dimintai pendapat,” kata Hadinudin.

Melihat kondisi infra struktur seperti jalan dan jembatan yang rusak, bupati terpilih peru segera bentuk tim transisi untuk merumuskan solusinya yang cepat. Karena penanganan infrastruktur tersebut urgensinya tinggi. (vin/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *