BTN Malang Bantu Mahasiswa Asing Polinema Terdampak Covid-19

Malang, SERU.co.id – Bank Tabungan Negara (BTN) Malang memberikan kepedulian kepada mahasiswa asing Politeknik Negeri Malang (Polinema) terdampak covid-19, dalam BTN and Polinema Supporting International Student. Sejumlah 24 mahasiswa Kelas Internasional Polinema dari jumlah total 48 mahasiswa asing, mendapatkan uang tabungan sebesar Rp1 juta per mahasiswa.

Direktur Polinema Drs Awan Setiawan, MMT, MM mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh BTN. Sekaligus semakin mempererat kerjasama yang telah terjalin selama 15 tahun. Menurutnya, pandemi covid-19 tak hanya berdampak secara nasional, namun juga secara internasional.

“Salah satu dampak terbesar covid-19 adalah pembelajaran luring. Mengharuskan pembelajaran daring yang tak semuanya bisa dijalankan oleh mahasiswa asing. Hingga memaksa 5 mahasiswa asing DO, karena perbedaan waktu di Afrika dan koneksi,” ungkap Drs Awan Setiawan, di Hotel Atria, Senin (5/4/2021).

Disebutkannya, mahasiswa asing baru di kawasan Afrika yang tidak bisa terbang ke Indonesia karena kebijakan di negaranya, mengharuskan mengikuti perkuliahan secara daring. Tentu bukan hal yang mudah, mengingat keterbatasan bahasa, jam kuliah dan koneksi internet.

“Jika perkuliahan dimulai jam 07.00, maka mereka harus siap kuliah sekitar jam 03.00, karena selisih 4 jam lebih dulu. Belum lagi koneksi internet. Kondisi ini menyebabkan lima maba asing drop out (DO),” jelas Awan, sapaan akrabnya.

Tantangan saat ini dan terpenting, sekitar 12 mahasiswa asing membutuhkan tempat PKL. Untuk itu, Polinema memohon kepada para mitra kerja dan para undangan yang notabene para pejabat dan pengusaha, agar dapat memfasilitasinya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyambut baik upaya positif tersebut. Sebagai Kota Pariwisata, pihaknya menyanggupi Kota Batu sebagai tempat PKL untuk para mahasiswa asing.

Baca juga:   Per 20 Maret 2021, Tarif GeNose Penumpang KA Rp30 Ribu

“Kota Batu sangat menyambut sekali mahasiswa yang mahir di bidang IT. Lulusan perguruan tinggi tentu perlu pendampingan secara teknis. Namun jika dari Polinema, karena vokasi lebih banyak teknis daripada teori, maka kemungkinan besar bisa langsung incharge,” sambut Bude, sapaannya.

Sementara itu, Branch Manager BTN Malang Surasta menjelaskan, selain sebagai wujud kemitraan, bantuan ini juga sebagai bentuk eksistensi BTN kepada dunia internasional. Yakni melalui mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Polinema.

BM BTN Malang menyerahkan buku tabungan. (rhd) - BTN Malang Bantu Mahasiswa Asing Polinema Terdampak Covid-19
BM BTN Malang menyerahkan buku tabungan. (rhd)

“Bukan hanya di Polinema, kami (BTN) juga terus memberikan kepedulian untuk dunia pendidikan. Mulai dari ruang sekolah, ruang parkir hingga perpustakaan. Dan hari ini salah satunya bentuk peduli kami untuk civitas akademika Polinema,” tegas Surasta.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Polinema Hilda Cahyani SS MPd PhD mengungkapkan, 24 mahasiswa yang mendapatkan bantuan ini diseleksi secara ketat. Persyaratannya, selain terdampak covid-19 dan tidak bisa pulang ke negaranya, nilai tertinggi dan dokumen penting juga menjadi persyaratan.

“Sebagian besar mahasiswa asing Polinema masih berada di Malang, akibat terdampak pandemi sehingga mereka tidak bisa kembali ke negaranya. Harapannya, bantuan ini bisa mensupport mereka melewati pandemi,” ungkap Hilda.

Sementara itu, Kepala UPT Humas Polinema Dr Drs Mohamad Sinal SH MH MPd mengapresiasi BTN yang telah peduli dengan mahasiswa asing. Harapannya, kepedulian ini menjadikan triger bagi institusi lainnya, untuk turut melakukan kebaikan-kebaikan kepada siapapun.

Perwakilan mahasiswa asing bersama jajaran Polinema dan BTN. (rhd) - BTN Malang Bantu Mahasiswa Asing Polinema Terdampak Covid-19
Perwakilan mahasiswa asing bersama jajaran Polinema dan BTN. (rhd)

“Setelah BTN, mungkin akan ada institusi lainnya yang akan mengikuti jejak untuk peduli dan berbuat baik. Sehingga akan muncul opini positif mahasiswa asing, ada kepedulian dari elemen bangsa Indonesia saat mereka terdampak pandemi di Indonesia, khususnya di Malang,” tandasnya.

Malam apresiasi dan bantuan untuk mahasiswa asing ini dihadiri oleh Forkopimda Malang Raya, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Irwan Subekti, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, dan undangan lainnya.

Baca juga:   Warga Perum Delta Sari Wadul ke Dewan

Para mahasiswa ini merupakan perwakilan dari 8 prodi Kelas internasional, di antaranya D4 Informatics Engineering, D4 Electrical Engineering, D4 Digital Telecommunication Network, D4 Construction Engineering Management, D4 Management Accounting, D4 Marketing Management, D4 Mechanical Production and Maintenance Engineering, dan D4 English for Business and Professional Communication. (ws1/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *