BPS Catat Inflasi Kota Malang Periode Juli 2022 Alami Kenaikan

Malang, SERU.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat kenaikan inflasi Kota Malang sebesar 0,76 persen lebih tinggi dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar 0,61 persen. Perkembangan inflasi bulan Juli 2022 ini dipengaruhi oleh peningkatan inflasi di seluruh kelompok pengeluaran.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma mengungkapkan, kika laju inflasi Kota Malang merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan angka inflasi Jawa Timur dan nasional. Dimana masing-masing tercatat sebesar 0,61 persen dan 0,64 persen.

“Inflasi Kota Malang dipengaruhi oleh tiga kelompok pengeluaran sebagai penyumbang inflasi terbesar. Yaitu kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,21 persen, transportasi 0,15 persen dan kelompok minuman dan tembakau 0,15 persen,” seru Erny dalam rilisnya, Senin (1/8/2022).

Dia juga menjelaskan, berdasarkan komoditasnya inflasi di Kota Malang didorong oleh lima komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar. Yaitu tarif uang sekolah menengah atas (SMA) dengan andil sebesar 0,12 persen, angkutan udara 0,12 persen, kue kering berminyak 0,10 persen, bawang merah 0,10 persen dan cabai merah 0,05 persen.

“Kenaikan tarif uang sekolah SMA seiring dimulainya tahun ajaran baru, sedangkan kenaikan angkutan udara terjadi di tengah menguatnya permintaan yang disertai lonjakan harga bahan bakar avtur,” imbuhnya.

Sementara untuk kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit disebabkan hasil panen di sejumlah daerah penghasil utama di Jawa Timur mengalami penurunan.

“Selain itu, kenaikan harga bawang merah dipicu harga bibit bawang merah di pasaran yang tinggi,” ujarnya.

Sorry, you cant copy SERU.co.id!