BPOM Terbitkan Penggunaan Darurat Vaksin Johnson&Johnson dan CanSino

Jakarta, SERU.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) dua vaksin covid-19, yaitu Johnson & Johnson (J&J) dan CanSino. Izin tersebut diterbitkan setelah BPOM melakukan penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), berdasarkan data mutu yang berlaku secara internasional.

“Badan POM kembali menerbitkan EUA bagi dua produk vaksin covid-19 yang baru, yaitu Janssen covid-19 vaccine dan vaksin convidecia,” seru Kepala BPOM Penny K Lukito, Selasa (7/9/2021).

Berdasarkan data interim studi klinik fase 3 pada 28 hari setelah vaksinasi, J&J memiliki efikasi 67,2 persen dalam mencegah keseluruhan gejala covid-19. Sementara, untuk efikasi dalam mencegah gejala sedang hingga berat pada orang 18 tahun adalah 66,1 persen.

Vaksin CanSino memiliki efikasi sebesar 65,3 persen untuk perlindungan pada semua gejala covid-19 dan 90,1 persen untuk perlindungan terhadap kasus covid-19. Angka efikasi tersebut telah memenuhi standar persyaratan mutu.

Vaksin J&J didaftarkan oleh Pt Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan penjamin keamanan, khasiat, dan mutu. Sedangkan vaksin CanSino didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang EUA dan penjamin.

Penny mengatakan, kedua vaksin ini difokuskan bagi warga berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini memerlukan penyimpanan pada suhu khusus yaitu pada 2-8 derajat celcius.

“Pemberian sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 mL secara intramuscular,” kata Penny.

Dengan penambahan izin baru terhadap J&J dan CanSino, Indonesia telah mengizinkan sembilan jenis vaksin covid-19 untuk digunakan. Vaksin-vaksin tersebut digunakan dalam dua program vaksinasi: nasional dan gotong royong. Vaksinasi nasional menggunakan vaksin jenis Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Novavax, sedangkan vaksinasi gotong royong menggunakan jenis Sinopharm, CanSino, Sputnik-V, dan Anhui Zhifei Longcom. (hma/rhd)


Baca juga: