Boomingkan Wisata Kesehatan Dunia

Gebrakan Fauzi Gaungkan Sumenep ke Kancah Internasional

Sumenep, SERU.co.id – “Sekali Mendayung Dua Pulau Terlampaui”. Tampaknya pepatah itu sangat cocok dialamatkan pada tokoh milenial, pemimpin masa depan Achmad Fauzi yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Sumenep. Selain mendongkrak pendapatan ekonomi dari sector pariwisata juga dapat memboomingkan (Bergaung) Sumenep ke Kancah Internasional.

Selama menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep mendampingi Bupati A Busyro Karim, berbagai gebrakan kebijakan mulai ditelorkan oleh duet pasangan Super mantap itu. Terutama di dalam mendongkrak sector pariwisata yang dulunya hanya Pantai Cemara Udang Lombang dan Pantai Salopeng. Kini destinasi wisata sudah menjamur di berbagai tempat. Seperti Pulau Wisata Gili Labak, Destinasi Wisata Pantai Sembilan dan lain-lain.

Langkah Achmad Fauzi ini membuat Asmuni selaku Ketua Bara JP Sumenep terpesona. Pasalnya, lewat sentuhan tangan Fauzi membuat sector pariwisata menggeliat. Buktinya, ada sejumlah destinasi wisata yang sudah popular di mata dunia. Sebut saja diantaranya wisata kesehatan dunia di Pulau Oksigen Gili Iyang. Pulau dengan oksigen terbaik kedua di dunia itu telah menyita jutaan pasang di seantero dunia.

Bahkan, kata Asmuni, lantaran Pemkab Sumenep dinilai sukses menggaungkan Pulau Gili Iyang, akhirnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun ikut andil untuk membangun pulau oksigen itu dengan menghabiskan dana puluhan miliar yang digelontorkan ke Sumenep. Gubernur Jawa Timur Khafifah Indar Parawansyah bahkan menyetujui dan mendorong pembangunan wisata kesehatan dunia untuk dipacu pembangunannya.

Asmuni mengatakan, pasca Sumenep membangun Dua Dermaga/pelabuhan di Pulau Gili Iyang itu, lantas diikuti oleh pembangunan pelabuhan berskala nasional yang dikucurkan melalui dana APBD Provinsi Jawa Timur. Pelabuhan tersebut diikuti oleh dibangunnya Pelabuhan Dungkek. Dua megaproyek dengan anggaran ditaksir mencapai Rp 60 Miliar itu digenjot pembangunannya.

“Selaku putera daerah, saya kecewa mendengar desas desus bahwa Sumenep dikatakan tidur selama 20 tahun. Padahal, pemerintah sudah menggenjot pembangunan dalam berbagai sector termasuk sector pariwisata. Nama Sumenep sudah mulai mendunia. Kalau dulu turis atau orang luar negeri lebih mengenal Bali dari pada Indoenesia, kini jejak itu akan diikuti Sumenep,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bambang Iriyanto selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga mengakui jika Pemerintah Sumenep sudah melakukan banyak hal untuk memajukan Sumenep. “Dengan diluncurkannya program dan gebyar wisata spektakuler yang dikemas dengan even ‘Visit Sumenep Year, kunjungan wisatawan domestic dan mancanegara membludak. Diperkirakan pertahun mencapai ribuan wisatawan,” terang Bambang.

Delia Safrina, salah satu wisatawan asal Malang saat berjumpa Memo X mengatakan jika sejumlah tempat wisata Sumenep benar-benar menakjubkan. “Kami bersama teman-teman kagum akan keindahan wisata alamnya. Ada terumbu karang, air yang jernih, pasir putih yang membentang seperti di Destinasi Wisata Pulau Gili Labak. Ini benar-benar panorama alam yang menakjubkan di Ujung Pulau Madura,” katanya sambil terkagum senyum manis. (edo)