B’Kerja Enewal, Kepedulian Polinema Bagi UKM Kuliner Jalankan Usaha di Masa Pandemi

Malang, SERU.co.id – Bertemakan “Menjalankan Bisnis di Era New Normal bagi UKM Bidang Kuliner”, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengusung program Budaya Kerja Era New Normal (B’Kerja Enewal). Yakni memberikan pemahaman baru tentang menjalankan usaha di masa pandemi bagi UKM, dengan memberikan motivasi, semangat dan menjalin hubungan baik antara institusi.

Dalam penerapannya, tim dosen B’Kerja Enewal bermitra dengan usaha kuliner yang dimiliki oleh alumni Jurusan Administrasi Niaga. Beberapa usaha alumni tersebut, antara lain Kafe Panggon yang dimiliki oleh Adi Kurniawan; Kopi Sawah dan Misbar milik suami istri, Angga dan Devi; Canvill Dau milik Rofif; dan Toko Kopi Jaya milik Bakhtiar.

“Pandemi covid-19 sangat berdampak bagi para UKM. Diharapkan para alumni yang telah memiliki bekal ilmu cukup, mampu bertahan menghadapinya,” harap Ketua Tim, Dr Halid Hasan, MSRATHRM.

Tim B’Kerja Enewal beranggotakan para dosen Jurusan Administrasi Niaga. Di antaranya Heru Utomo, Ellyn Eka Wahyu, Farika Nikmah, Erlangga Andi Sukma, serta melibatkan tenaga laboran/PLP jurusan Administrasi Niaga, Winda Rachmawati.

Dalam kegiatan ini, lanjut Dr Nurdin Halid, tim PKM memberikan beberapa masukan, melalui diskusi, pelatihan, bantuan dana dan produk inovasi. Sehingga dapat membantu alumni untuk menjalankan usahanya secara profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan.

“Tim PKM B’Kerja Enewal ingin mengubah paradigma budaya kerja sebelumnya menjadi budaya kerja era new normal. Dengan mengusung empat pilar, yaitu misi (mission), keterlibatan (involving), adaptasi (adaptive) dan konsistensi (consistency),” urai Pembantu Direktur II Polinema ini.

Tim dosen B’Kerja Enewal bersama mitra pengusaha kuliner alumni Jurusan Administrasi Niaga. (ist) - B’Kerja Enewal, Kepedulian Polinema Bagi UKM Kuliner Jalankan Usaha di Masa Pandemi
Tim dosen B’Kerja Enewal bersama mitra pengusaha kuliner alumni Jurusan Administrasi Niaga. (ist)

Penggiat UKM harus berfikir terbuka, menjalankan bisnis dengan perencanaan matang. Dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan konsumen, dan tidak mengesampingkan tanggung jawabnya kepada karyawan, masyarakat dan lingkungan yang tertuang dalam misi.

UKM perlu memberdayakan karyawan dengan maksimal dan terlibat dalam kegiatan masyarakat melalui program CSR, yang disebut sebagai strategi keterlibatan. Yang tak kalah penting adalah UKM harus up to date dengan perubahan yang terjadi.

Dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang dikuatkan dengan partnership yang dituangkan dalam strategi adaptasi. Seperti menciptakan produk ramah lingkungan, melakukan penghematan energi, dan memberikan layanan berbasis digital.

“Sebagai strategi konsistensi, UKM harus memiliki keinginan untuk terus berproses (learning). Dan berinovasi dengan bertanggung jawab kepada konsumen atas produk yang dihasilkannya, dengan memiliki sertifikasi halal dan legalitas usaha (P-IRT dan NUB),” tandasnya. (rhd)


Baca juga: