Beton Mampu Sembuh Sendiri

Beton merupakan material yang banyak digunakan dalam dunia konstruksi karena memiliki banyak kelebihan diantaranya mampu memikul beban yang berat dan rentan terhadap suhu yang tinggi. Disisi lain, Indonesia memiliki banyak limbah plastik yang sulit terurai dan dapat menimbulkan bencana di masa yang akan datang. Untuk itu 5 orang mahasiswa Teknik Sipil Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Christian Hadhinata dan dibimbing oleh M. Mirza Abdillah Pratama, S.T., M.T. membuat inovasi beton ramah lingkungan dengan campuran bakteri Bacillus sp. dan limbah plastik botol kemasan.

Pelaksanaan pembuatan beton ini selama 3 bulan mulai tanggal 1 Juni 2021 di Laboratorium Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang. Pembuatan beton ramah lingkungan ini sama dengan beton pada umumnya, namun yang membedakan adalah adanya penambahan bakteri Bacillus sp. dan limbah plastik botol kemasan. Bakteri Bacillus sp. didapatkan dari Lab. Mikrobiologi Universitas Negeri Malang. Penambahan bakeri Bacillus sp. sebanyak 5% pada beton mampu menutup retak pada beton sebesar 73%. Cara kerja bakteri ini yaitu, ketika beton mengalami retak mikro, maka bakteri akan bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan CaCo3 (kalsium karbonat) yang mampu menutup keretakan. Beton yang mampu menutup retak dengan sendiri tanpa bantuan manusia ini dapat menghemat biaya pemeliharaan, karena beton pada umumnya menghabiskan biaya yang relative mahal dalam hal pemeliharaan dan perawatan. Sedangkan penambahan limbah plastik botol bekas yang dipotong-potong menjadi serat hingga ukuran 3 mm x 15 mm dan dimasukkan kedalam campuran beton sebanyak 1%-2% mampu menambah kuat tekan pada beton hingga 48,17 Mpa, lebih kuat daripada beton pada umumnya.

Jadi penambahan bakteri Bacillus sp. dan limbah plastik pada beton mampu menutup retak secara mikro dan menambah kuat tekan beton, serta dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan perawatan pada beton.

Penulis: Christian Hadhinata