Beras Analog dari Kulit Apel ala Mahasiswa UB

• Mahasiswa FTP UB ajari PKK Tulungrejo

Malang, SERU.co.id – Enam mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) memberdayakan ibu-ibu PKK di Desa Tulungrejo, Batu, untuk memanfaatkan limbah kulit buah apel menjadi beras analog bernama BENKAP.

Kemasan produk BENKAP. (ist)

Desa Tulungrejo, Batu, dikenal memiliki beberapa UMKM Keripik Apel cukup besar, dan sebagian warganya bekerja sebagai pekerja atau buruh pengupas kulit apel. Sementara, potensi limbah kulit apel yang menumpuk bisa menghasilkan 40 kg sehari.

Adalah Moch. Mukasyafatul Asror, Arva Saktia Zulemita, Esthy Dwi Anggraeni, Erni Wahyu Wijayanti, Husna Atikah dan Rizal Nur Alfian, dibawah bimbingan Joko Prasetyo, STP, MSi, memberikan pelatihan pembuatan BENKAP.

“Sebagian masyarakat hanya memanfaatkan limbah kulit apel sebagai pakan hewan ternak dan sisanya dibuang begitu saja. Jika kebiasaan tersebut masih berlangsung secara terus menerus akan sangat berdampak besar pada lingkungan dan kesehatan warga desa,” ungkap M. Mukasyafatul Asror, Koordinator Tim BENKAP.

Pelatihan pembuatan BENKAP secara daring. (ist)

Menurutnya, di dalam kulit apel memiliki banyak kandungan untuk dijadikan olahan produk yang ekonomis dan bermanfaat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan kulit apel, menyebabkan masyarakat tidak mengetahui manfaat kulit apel dengan baik. Sehingga masyarakat di daerah tersebut belum produktif dalam peningkatan ekonomi.

“Proses pembuatan BENKAP cukup mudah hanya dengan fortifikasi tepung kulit buah apel dan bahan-bahan lain,” serunya.

Pertama, kulit buah apel dikeringkan menggunakan oven untuk memudahkan proses menjadikan tepung kulit apel. Kemudian dilakukan proses pencampuran dengan fortifikasi tepung lain seperti sorgum, meizena dan lainnya, serta penambahan larutan GMS. Selanjutnya didapatkan adonan, lalu potong menggunakan noodle maker. Gunting dan keringkan. Terakhir adalah proses pengemasan beras analog dengan berat bersih 250gr/pcs.

“BENKAP memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi yang dapat mencegah kanker dan diabetes, serta bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengurangi resiko terpaparnya virus dan bakteri,” beber Asror.

Baca juga:   Melalui PKKMB, UWG Cetak Maba Jadi SDM Tangguh, Inovatif dan Produktif

BENKAP merupakan program yang solutif dengan memberdayakan unsur masyarakat dalam menangani permasalahan limbah organik di Desa Tulungrejo, Batu. Mereka telah menggagas produk turunan dari BENKAP, yaitu berupa pupuk organik cair (POC) dari apel reject dan tepung kulit apel sebagai pengembangan dari keberlanjutan program.

“Hingga saat ini, program BENKAP masih berlanjut dan akan terus dikembangkan untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo. Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo dengan penjualan produk BENKAP sebesar Rp 3.200.640,-/bulan,” timpalnya.

Langkah selanjutnya dari program ini, yaitu bekerja dengan dinas pemerintahan terkait untuk mendukung keberlanjutan program. (rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *