Begini Skema Parkir Kayutangan Heritage

Malang, SERU.co.id – Ada yang berbeda di kawasan Kayutangan Heritage di malam Minggu, yaitu adanya berbagai pertunjukan live musik. Menarik minat banyak pengunjung untuk sekadar menikmati suasana, sehingga membuat parkir membludak belum tertata.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya. Membludaknya parkir saat malam Minggu selain banyaknya pengunjung, juga karena gedung parkir atau kantung parkir belum disiapkan dan saat ini masih ujicoba.

“Makanya masih bisa kita tolelir ada parkir disitu. Sehingga nanti sepeda motor parkir dilekukan-lekukan yang sudah tersedia, khusus yang sepeda motor. Kalau tidak salah ada enam atau tujuh lekukan, itu bisa diparkiri sepeda motor,” seru Mustaqim Jaya, ditemui di ruang kantornya Dishub, Rabu (12/1/2022).

Kawasan yang tepat berada di Jalan Basuki Rahmat ini dalam kondisi media tengah jalan sudah dibongkar. Soal rekayasa satu arah masih belum tahu kapan akan segera diujicobakan. Ketika sudah diterapkan, kemungkinan luas parkir tidak akan mengganggu pengguna jalan.

Pihaknya sejauh ini tidak bisa melarang parkir di sekitar Kayutangan. Karena Dishub pun belum menyediakan kantung-kantung parkir disitu. Rencana yang akan dibuat adalah menempatkan parkir di sebelah selatan kawasan Kayutangan Heritage.

“Kalau seandainya kedepan dilihat memang parkir itu sudah penuh, kita arahkan dipertokoan Kayutangan. Depannya patung Chairul Anwar,” ungkapnya.

Selanjutnya, jikalau sudah penuh, akan diarahkan ke Taman Wisata Rakyat (Tawira) khusus kendaraan roda empat. Sehingga pengunjung yang parkir di Tawira akan disediakan akses Bus Macyto menuju Kawasan Kayutangan.

“Kalau seandainya Macyto sudah bisa digunakan. Dari Tawira ke Kayutangan naik Macyto, nanti muternya seperti itu,” imbuhnya.

Mustaqim menambahkan, jika masih membludak, sepeda motor bisa parkir di lekukan-lekukan trotoar yang sudah ada. Selain itu juga sudah mengimbau warga setempat untuk bisa bernegosiasi dengan pihak pertokoan atau bank. Karena ketika malam hari tutup, parkirannya bisa dimanfaatkan untuk parkir sepeda motor dan lain sebagainya.

“Kalau mobil bisa ditepi jalan. Kalau tidak bisa ditepi jalan, kita arahkan pertokoan Kayutangan,” ungkapnya.

Perihal rencana menempatkan parkir di di Tawira bisa langsung satu kali memutar mobil. Mobil dari keluar Tawira langsung masuk Jalan Kahuripan, Kayutangan, masuk lagi Jalan Majapahit, sehingga arah putarannya searah.

Sedangkan jika harus dikawasan Stadion Gajayana, pihaknya pesimis untuk diterapkan. Selain akses yang jauh, juga ketika kendaraan akan keluar menuju Alun-alun harus memutar, karena jalur satu arah semisal parkir di depan Gedung Kartini.

“Kalau itu agak jauh. Tidak bisa puter karena satu arah ya. Harus melalui Jalan Ijen, Jalan Kawi terus masuk Alun-alun dan Jalan Majapahit, baru dia masuk. Alternatif kita terdekat parkir di Tawira,” tegasnya. (jaz/rhd)


Baca juga: