Begini Cara Kerja Biro Jodoh Sanusi Asal Blitar yang Viral di TikTok

Blitar, SERU.co.id – Sebuah video viral di aplikasi berbagi video TikTok yang menunjukkan spanduk di depan sebuah rumah bertuliskan ‘BIRO JODOH’. Dalam video yang dibagikan oleh akun @felixrezaa itu, terdapat syarat yang diminta untuk perjodohan yaitu foto 4×6 dan fotokopi KTP. Nama Sanusi juga tertulis di bagian bawah spanduk.

Rupanya, dilansir dari Kompas.com, sosok Sanusi dan pekerjaannya sebagai Mak Comblang memang benar adanya. Pria asal Blitar itu menceritakan, pekerjaan sebagai biro jodoh telah dilakoninya sejak bertahun-tahun lalu. Namun, spanduk biro jodoh yang viral itu baru dipasangnya beberapa bulan yang lalu.

“Saya menjodohkan orang sudah lama,” ujar Sanusi.

Sanusi Mak comblang dari Blitar. (ist) - Begini Cara Kerja Biro Jodoh Sanusi Asal Blitar yang Viral di TikTok
Sanusi Mak comblang dari Blitar. (ist)

Sanusi mengatakan, dirinya memiliki bakat untuk menjodohkan orang. Pengalamannya merantau di berbagai daerah membuatnya dapat berkomunikasi dengan orang dengan latar belakang dan status sosial yang berbeda.

Ia mengisahkan, awalnya saat menjadi tukang ojek di Pasar Kutukan, ia memiliki banyak kenalan. Di saat itulah ia mulai menjodohkan beberapa orang. Singkat cerita, saat ia sudah tidak lagi menjadi tukang ojek, dirinya mulai dikenal sebagai mak comblang.

Sanusi menyebut, membuka biro jodoh adalah untuk menolong sesama. Ia melihat banyak kerabatnya yang belum mendapatkan jodoh. Padahal menurutnya, usia mereka sudah matang dan telah memiliki pekerjaan.

Pria 76 tahun itu menjelaskan, klien yang datang padanya akan dimintai foto ukuran postcard. Klien juga diminta untuk menuliskan nomor telepon di balik foto tersebut. Klien yang merasa cocok diminta untuk menelepon pemilik foto dan bertemu di rumah Sanusi.

“Dilihat dulu fotonya, kalau cocok balik fotonya. Di belakang ini ada nama dan nomor telepon pemilik foto,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com.

Untuk menjadi klien Sanusi, tiap orang harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 100 ribu, menyerahkan foto diri, dan fotokopi KTP. Menurutnya, sejumlah pasangan yang berjodoh biasanya memberi bonus tambahan.

“Seikhlasnya. Tapi biasanya ngasih Rp 300.000 setiap pasangan,” kata Sanusi. (hma/rhd)


Baca juga: