Banyak Aset Daerah Yang Terbengkalai, Komisi IV DPRD Banyuwangi Akan Koordinasi Dengan DPUCKPP

Banyuwangi, SERU.co.id – Komisi IV DPRD Banyuwangi akan berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Permukiman (DPUCKPP) terkait banyaknya aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi yang terbengkalai dan tidak terawat. Padahal bangunan tersebut dibiayai oleh Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD).

Ketua komisi IV DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda mengatakan banyak bangunan milik Pemkab Banyuwangi terbengkalai. Seharusnya bangunan-bangunan tersebut dirawat dan dipelihara. Karena aset milik Pemkab Banyuwangi tersebut dibiayai oleh APBD.

“Seharusnya bisa membangun ya harus bisa merawat atau memelihara, sebab aset-aset itu dibiayai oleh APBD,” ujar Ficky Septalinda saat dikonfirmasi wartawan, Senin (31/5/2021).

Menurut Ficky aset  milik daerah itu tidak hanya berbentuk bangunan saja. Tapi bisa berbentuk yang lainnya, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

“Banyak PJU yang lampunya mati, dan saya melihat sendiri lampu-lampunya banyak yang tidak tidak, dan kabel-kabelnya banyak berserakan dan membahayakan. oleh karena itu setelah membangun perawatan dan yang lain itu diserahkan kepada siapa?,” Ujar ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi.

Lanjut Ficky Septalinda selama ini DPRD Banyuwangi tidak tau berapa jumlah aset daerah yang dimiliki oleh Pemkab Banyuwangi, dan apakah aset-aset tersebut dipelihara atau tidak.

“Saya juga ingin tahu aset-aset yang lain, karena sangat penting sekali, jangan hanya bisa membangun saja tapi tidak mau merawatnya, kan eman-eman,” ungkap  anggota DPRD dari fraksi PDI Penjuangan ini.

Lebih lanjut dia mengatakan selama ini pihaknya akan menanyakan ke Pemkab Banyuwangi terkait fungsi dan kegunaan bangunan yang saat ini me jadi perhatian Komisi IV DPRD Banyuwangi

Baca juga:   Pemkot Bakal Siapkan Sentra ICU Tambahan dan Tabung Oksigen

“Kita harus menanyakan ke Pemda membangun itu pasti ada kepentingannya,  kalau tidak ada fungsi kita harus menanyakan seacra langsung berarti kalau tidak tau fungsi dan kegunaan banguanan tersebut ya ‘muspro’,” jlentrehnya.

Anggaran yang sudah dikeluarkan itu harus tepat sasaran, sesuai  apa yang sudah  direncanakan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Misal bangunan yang ada di samping Hotel Santika, selama ini bangunan sudah berdiri, dan bangunan itu dari anggaran APBD. Dan belum berfungsi sama sekali. Saya ingin tahu fungsi dan kegunaannya untuk apa?,” Tandasnya.

“Jika bangunan tersebut akan digunakan untuk pasar atau yang lainnya segera laksanakan. Pergunakan sesuai rencana. Karena dalam proses pembangunannya itu tidak asal asalan. Kita berncana untuk fasilitas pasar namun setelah banguanan jadi tidak dimaksimalkan untuk fasilitas tersebut, eman bangetkan,” pungkasnya. (ant)


Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *