Bahas Pekerja Migran Hingga Omicron, Begini Kata Sutiaji

Malang, SERU.co.id – Selepas mengikuti rapat koordinasi (Rakor) di Pemprov Jawa Timur, Walikota Malang membeberkan pokok yang menjadi bahan pembahasan. Pertama soal warning covid-19 varian Omicron dan penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke kampung halaman.

Walikota Malang, Drs H Sutiaji menjelaskan, soal PMI penekanannya adalah sudah SOP nya dari pusat. Tidak ada pembiayaan pemulangan, akan tetapi dilakukan sterilisasi. Untuk Jawa Timur, bandara yang ditunjuk adalah Bandara Juanda.

“Sehingga disana sudah dilakukan testing dan skrining,” seru Sutiaji, ditemui di Ijen Suites Hotel and Convention, Selasa (25/1/2022).

Informasi yang diterima Sutiaji, setidaknya sudah ada 127 atau 129 yang menjalani isolasi. Di antaranya satu meninggal dunia, dua sakit parah, dan tiga terpapar covid-19 varian Omicron, sehingga isolasi di asrama haji Surabaya.

Sutiaji menambahkan, Omicron memang ada peningkatan di Indonesia, dan agak tajam. Cuma masih diintruksikan yang tidak bergejala dimasukkan isolasi mandiri. Karena kalau ada gejala, maka disiapkan di rumah sakit.

“Seperti di Kota Malang tidak punya isoter untuk huni, hanya di SKB dan RS Daerah saja,” ungkap pria penyuka makakan pedas ini

Selanjutnya, wilayah aglomerasi di Kota Malang capaian vaksinasi lansia menjadi prasyarat PPKM, meski masih ada yang belum tercapai. Termasuk juga daerah-daerah yang belum, seperti Surabaya dan Madiun juga tinggi.

Hal tersebut berkenaan aglomerasi diatas, karena ada penjagaan dari kabupaten bersebelahan. Misal Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi menjadi pintu masuk yang dikunjungi membuat angka terkonfirmasi di Madiun tinggi.

Pemkot Malang juga ikut disebut, namun Sutiaji mengklaim, semua daerah kabupaten kota juga disebut. Ada PPKM Malang penambahan level, tapi termasuk daerah-daerah yang testingnya rendah.

Selain itu, Pemprov Jatim menyampaikan, jangan mengatakan bahwa daerah yang tidak terpapar itu berhasil. Belum tentu demikian, karena bisa jadi tidak melakukan testing.

“Maka testingnya seperti Kota Malang harus 126 sesuai dengan jumlah, itu sudah kita lakukan,” beber Sutiaji. (jaz/rhd)


Baca juga: