Arus Lalin Belakang RSU dan Depan Paviliun RSSA Berlaku Satu Arah, Begini Penyebabnya

Malang, SERU.co.id – Sejak Sabtu (24/7/2021), arus lalu lintas di sekitar Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang mengalami perubahan. Tepatnya di Jalan Belakang RSU (Timur RSSA) dan Jalan Patimura (Utara Paviliun), dialihkan menjadi satu arah. Tujuannya, mempermudah akses keluar masuk RSSA bagi pasien covid-19, merespon lonjakan kasus cukup signifikan.

Akses masuk berlaku dari perempatan Jalan Kahuripan melewati Jalan Belakang RSU menuju Jalan Patimura. Serta Jalan Patimura depan bundaran Indomaret melewati depan Paviliun RSSA menuju arah barat ke pertigaan Jalan JA Suprapto. Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan di titik tersebut, dihimbau mengambil jalan alternatif lain.

“Kami hanya membantu Satlantas Polresta Malang Kota dalam mengalihkan arus lalu lintas. Kan suratnya antar RSSA dan Polresta Malang Kota. Sekaligus mengantisipasi penularan masyarakat yang tidak berkepentingan agar tidak melintas disana, misal karena macet kan rawan,” seru Kadishub Kota Malang, Heru Mulyono, Selasa (27/7/2021).

Kadishub Kota Malang, Heru Mulyono. (rhd) - Arus Lalin Belakang RSU dan Depan Paviliun RSSA Berlaku Satu Arah, Begini Alasannya
Kadishub Kota Malang, Heru Mulyono. (rhd)

Hal ini merespon peristiwa sebelumnya, yang mengakibatkan meninggalnya pasien yang tak tertolong lantaran antri dan arus lalu lintas macet. Sehingga jalur sisi yang tak terpakai di beberapa titik poros, digunakan sebagai antrian kendaraan pasien menunggu masuk.

Mantan Camat Klojen ini menyatakan, kewenangan menutup jalan maupun mengalihkan arus lalu lintas berada di wilayah Satlantas Polresta Malang Kota. Bukan kewenangan Dishub Kota Malang. Pengalihan arus lalu lintas tersebut mulai jam 07.00 hingga 22.00, mengikuti jam operasional IGD maupun kamar jenazah RSSA.

“Untuk titik ini, kami menurunkan lima personel setiap shift. Mengingat keterbatasan personel, kami bagi dalam dua shift,” jelas Plt Kasatpol PP Kota Malang ini.

Mantan Sekretaris Bakesbangpol Kota Malang ini menjelaskan, selama penanganan PPKM, 204 personel dalam dan luar diterjunkan ke lapangan. Terlibat dalam semua pelaksanaan PPKM, seperti operasi gabungan, operasi yustisi, operasi penyekatan, dan operasi lainnya.

Demi menjaga kesehatan sebagai garda terdepan, personel Dishub menjalani tes swab rutin dua minggu sekali secara bergilir. Dalam masa pandemi yang berlangsung 1 tahun 4 bulan ini, sekitar 18 personel telah terpapar positif covid-19. Saat ini, tersisa 4 personel sedang menjalani isoman.

“Ada juga yang kena dua kali, pada tahun 2020 dan tahun 2021. Untuk vaksin pertama sudah 100 persen. Namun vaksin kedua masih beberapa, karena jadwalnya tidak sama,” tandas Heru. (rhd)


Baca juga: