Antisipasi Gelombang Lonjakan Covid-19, Wacana Booster Tiga Berlanjut

MalangSERU.co.id – Kasus aktif covid-19 sudah mulai melandai, baik di pusat maupun di daerah. Wacana booster atau vaksinasi ketiga tidak hanya bagi tenaga kesehatan (nakes), tapi juga untuk prioritas lain.

Walikota Malang, Drs H Sutiaji mengungkapkan, untuk mengantisipasi adanya lonjakan gelombang kasus positif seperti di awal tahun 2021. Pihaknya bakal menguatkan prokes dan vaksinasi 100 persen, termasuk booster.

“Kita sudah mulai (vaksin booster) diperbolehkan. Informasi dari Bapak Menteri kemarin di YouTube disiapkan 24 juta untuk vaksin ketiga,” seru Sutiaji, di Universitas Gajayana Malang, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, informasi dari Epidemiolog memprediksi bulan Desember akan ada lonjakan, tapi mudah-mudahan tidak terjadi.
Penanganan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, termasuk berhasil karena menerapkan tingkat bawah.

“Di luar negeri sana tidak ada RT/RW, sementara kita berlapis penjagaan di tingkat RT/RW dan kecamatan,” ujar pria penyuka makanan pedas ini.

Walikota Malang, Drs H Sutiaji menjelaskan wacana vaksin boster. (jaz) - Antisipasi Gelombang Lonjakan Covid-19, Wacana Booster Tiga Berlanjut
Walikota Malang, Drs H Sutiaji menjelaskan wacana vaksin boster. (jaz)

Pihaknya menambahkan, salah satu prioritas untuk menambah dosis ketiga, yaitu akan menyasar para wartawan. Karena mobilitas rekan-rekan media lebih sering dilapangan.

“Termasuk (teman-teman) media juga prioritas, karena sering ketemu ya. Kalau nakes sudah diangka 96-an persen,” ujarnya.

Sutiaji menambahkan, pihaknya juga akan menjemput bola ke RT/RW kepada lansia. Karena jangkauan kategori rentan sulit mengakses gerai vaksin, sehingga ada keterlambatan.

“Lansia ada kelambatan, karena skriningnya tidak masuk. Ditensi angka bawahnya maksimal 90, padahal 120 bawahnya 100,” pungkasnya.

Diketahui, capaian vaksinasi Kota Malang sudah dikisaran 87 sampai 90 persen. Sementara ketersediaan vaksin, pihaknya optimis stok vaksin cukup untuk menyelesaikan sisanya untuk 100 persen. (jaz/rhd)


Baca juga: