600 Pelajar Cor Jesu Divaksin Sinovac

Malang, SERU.co.id – Vaksinasi bagi pelajar difasilitasi Polresta Malang Kota, kepada SMAK Cor Jesu di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang. Sekitar 600 dosis pertama Sinovac yang disuntikkan ada pada pelajar.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi mengungkapkan, vaksinasi ini diperuntukkan bagi pelajar Cor Jesu berusia diatas 12 tahun untuk menjaga dari serangan virus yang ada.

“Kami berikan sekitar 600 dosis untuk vaksin pertama, nanti akan kami agendakan jadwal vaksin kedua di awal Oktober,” seru AKBP Budi Hermanto, Jum’at (3/9/2021).

Menurutnya, pelaksanaan vaksin ini untuk selain kebutuhan tubuh sendiri, juga harus mengejar herd immunity di wilayah Kota Malang. Karena Kota Malang menjadi role model dalam pelaksanaan vaksin di kampus dan lembaga pendidikan.

Pihaknya berterima kasih kepada Cor Jesu, yang telah bersama-sama bekerjasama dengan Polresta dalam menjaga herd immunity bagi pelajarnya.

“Kami mengapresiasi kerjasama dari Cor Jesu dan masyarakat sekitar,” papar lulusan Akpol 2000, berpengalaman dalam bidang reserse ini.

Buher, sapaan akrabnya menghimbau, bagi masyarakat sekitar kampus, sekolah yang belum divaksin agar segera ikut. Karena vaksin halal, aman, dan bermanfaat bagi tubuh, sehingga tubuh kuat tidak semudah terserang virus dan juga tidak mudah menyebarkan virus.

“Satu lagi, setelah vaksin jangan lupa download aplikasi peduli lindungi, daftarkan kode NIK dan vaksinnya, sehingga itu bisa digunakan saat perjalanan atau yang lainnya,” ungkap pria yang pernah menjabat Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya.

Kapolresta Malang Kota dimintai keterangan jatah vaksin Sinovac. (jaz) - 600 Pelajar Cor Jesu Divaksin Sinovac
Kapolresta Malang Kota dimintai keterangan jatah vaksin Sinovac. (jaz)

Pihaknya menambahkan, alur vaksinasi di Cor Jesu sangat luar biasa. Mulai dari venue luas, sirkulasi udara tidak di area tertutup, semi outdoor. Selain sirkulasi bagus dan kepanitiaan Cor Jesu sudah siap, ditambah wisata cagar budaya.

Ditempat yang sama, Ketua Pelaksana II Vaksinasi Cor Jesu, Aditya Hernomo Pramudito menjelaskan, vaksinasi di SMA Cor Jesu juga melibatkan sekolah lain. Karena kerjasama semua pihak baik Polresta Makota maupun civitas sekolah.

“Ada SMA I 80 siswa, SMK Veteran 40 siswa dan anak keluarga alumni 50-an siswa,” bebernya.

Menurutnya, Cor Jesu mengajukan 1.000 dosis agar tidak hanya pelajar, tetapi juga masyarakat sekitar juga. Tetapi dari Polresta Makota ketersediaan hanya 600 dosis, sementara jumlah siswa ada yang sudah divaksin jadi diberikan sekolah lainnya.

“Akhirnya kita libatkan sekolah lain untuk berbagi,” serunya.

Pria yang juga Ketua Ikatan Alumni SMACO ini menambahkan, untuk menghindari kerumunan, pelaksanaan diatur sedemikian rupa melalui jadwal penerima vaksin. Kemudian menempatkan pos-pos skrining hingga observasi di lokasi yang luas.

Terkait data dari sekolah lain, pihaknya mengatakan ada dua kepanitiaan yang terbentuk. Pertama panitia eksternal langsung dikomandoi Kepala Sekolah SMK Cor Jesu, Agatha Ariantini SPsi MPd.

“Kepanitian internal dan eksternal sekolah, kalau internal dari kami,” ujarnya.

Tidak berselang lama turut hadir Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, vaksinasi pelajar sudah direncanakan pekan lalu. Untuk pelajar SD, SMP dan SMA sederajat yang sudah berusia 12 tahun keatas. Mengapresiasi vaksinasi yang dilakukan di Cor Jesu untuk percepatan ketahanan tubuh.

“Berbagai pihak bahu membahu mensupport kegiatan ini. Herd immunity kalau sudah tervaksin 70 persen ada ketahanan dari virus,” terang Bung Edi, sapaan Sofyan Edi Jarwoko.

Wawali Kota bersama Kepala Sekolah SMAK Cor Jesu. (jaz) - 600 Pelajar Cor Jesu Divaksin Sinovac
Wawali Kota bersama Kepala Sekolah SMAK Cor Jesu. (jaz)

Bung Edi menambahkan, gerakan vaksin ini harus dilakukan dengan cepat. Kalau semua tervaksin, termasuk sekolah dan kampus sudah aktif, maka akan menggerakkan sektor yang lain. Termasuk menggerakkan pemulihan ekonomi.

Upaya memberikan support dan spirit seluruh civitas sekolah patut didukung. Ikut memvaksin sekolah lain yang belum divaksin sebagai bentuk solidaritas baik.

“Bisa memvaksin sekolah lain, ini juga bentuk hal yang positif,” tandasnya. (jaz/rhd)


Baca juga: