Jember, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai melakukan kajian mendalam terkait pengelolaan sampah di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul kondisi beberapa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kapasitasnya mulai penuh (overload).
“Kajian ini sekaligus merupakan implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan,” seru Bupati Jember, Gus Fawait, sapaan akrabnya, Jumat (27/3/2026).
Selanjutnya, kata dia, pihaknya tengah mempelajari berbagai opsi strategis. Termasuk menjajaki kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Kami sudah berkomunikasi dengan Komisaris Utama Pegadaian terkait peluang kolaborasi ini,” ujarnya.
Selain itu, Gus Fawait juga menyoroti program inovatif dari Bank Tabungan Negara (BTN) yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan pembiayaan hunian. Melalui program ini, masyarakat yang memiliki kredit rumah subsidi dapat menyetorkan sampah ke bank sampah untuk membantu mengurangi cicilan kredit mereka.
“Nantinya, masyarakat yang memiliki kredit rumah subsidi dapat menyetorkan sampah ke bank sampah untuk membantu mengurangi cicilan kredit mereka,” paparnya.
Meski serius dalam menangani masalah sampah, Gus Fawait menekankan pentingnya rancangan hulu ke hilir yang tepat sebelum memutuskan pembangunan pabrik pengolahan sampah.
“Opsi-opsi itu sedang kami pelajari, mulai dari pembangunan pabrik hingga pengaturan alur sampahnya dari hulu ke hilir. Semuanya harus dirancang secara tepat,” tambahnya.
Rencana besar ini akan mulai dimasukkan ke dalam pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun ini. Menurut Gus Fawait, kebijakan berskala besar memerlukan dukungan pendanaan yang memadai dan berkelanjutan.
“Melalui P-APBD, kita mulai secara berkelanjutan. Target kami, Jember harus melompat lebih baik dibandingkan tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Gus Fawait mengingatkan, seluruh langkah ini memerlukan kajian matang agar sesuai dengan regulasi yang berlaku dan tidak terkesan terburu-buru. Ia mengakui, saat ini pengelolaan sampah belum maksimal, namun komitmen menuju kota bersih sudah bulat.
“Seandainya hari ini masih belum maksimal, minimal Jember sudah punya tekad kuat untuk mewujudkan kota yang bersih,” tandasnya. (sgt/mzm)









