Batu, SERU.co.id – Pemerintah Kota Batu memastikan kesiapan seluruh instrumen pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) pada perayaan Idulfitri 1447 H. Melalui rilis resmi terkait Operasi Ketupat 2026 pada Selasa (24/3/2026), Wali Kota Batu Nurochman SH MH memaparkan sejumlah langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kenyamanan wisatawan.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di Pasar Induk Among Tani dan sejumlah pasar tradisional, stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging dipastikan dalam status Aman. Ketahanan stok di tingkat pedagang dan distributor diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua minggu ke depan.
Meskipun terdapat fluktuasi harga pada komoditas minyak goreng curah, Diskumperindag terus melakukan intervensi pasar dengan mendistribusikan Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
”Kami juga secara berkala menggelar Operasi Pasar Murah. Tujuannya jelas, yakni menjaga daya beli masyarakat lokal di tengah masa liburan panjang yang biasanya memicu kenaikan permintaan,” seru Wali Kota Batu melalui Plt Kadiskumperindag Batu, Dian Fachroni.
Dian menyebutkan, sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Kota Batu juga diprediksi mengalami lonjakan kunjungan. Kondisi ini berdampak positif pada kenaikan omzet sentra oleh-oleh dan pelaku UMKM yang diperkirakan tumbuh sebesar 30 hingga 40 persen. Guna melindungi konsumen, Pemkot Batu memperketat pengawasan terhadap kelayakan produk Industri Kecil Menengah (IKM).
“Petugas kami terjunkan secara rutin ke ritel modern dan pasar untuk memastikan tidak ada produk kedaluwarsa atau kemasan rusak yang beredar,” ungkapnya.
Dian menuturkan, terkait kebutuhan energi, stok BBM di seluruh SPBU di wilayah Kota Batu dinyatakan dalam status Sangat Aman. Pemkot telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah kuota harian guna melayani kendaraan wisatawan yang diprediksi memadati jalur-jalur utama. Tim gabungan juga secara rutin memantau gudang-gudang distributor untuk mencegah upaya penimbunan barang.
”Prioritas kami adalah kelancaran logistik. Truk pengangkut bahan pokok dan BBM akan mendapatkan akses prioritas di jalur utama wisata agar distribusi tetap berjalan lancar tanpa hambatan mobilitas,” pungkasnya. (dik/ono)









