Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberangkatkan sembilan bus mudik gratis Lebaran 2026. Tahun ini, tercatat 332 warga terfasilitasi pulang kampung dalam program mudik gratis.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat mengungkapkan, program ini merupakan layanan rutin pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri. Program mudik gratis ini melibatkan dukungan berbagai pihak, mulai dari perbankan, perusahaan otobus (PO), hingga perguruan tinggi, termasuk Polinema.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Khususnya dalam membantu warga yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman,” seru Wahyu, Selasa (17/3/2026).
Wahyu menyampaikan, program ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnya bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor. Dengan fasilitas bus gratis, masyarakat diharapkan pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman.
“Saya melihat seluruh armada yang diberangkatkan hampir terisi penuh. Memang ada satu bus yang tidak terisi maksimal demi menjaga kenyamanan penumpang selama perjalanan,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs Widjaja Saleh Putra menjelaskan, pengisian penumpang dalam setiap bus memang sengaja dibatasi. Hal itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan, apalagi biasanya terdapat banyak anak kecil.
“Meski kapasitas bus 50 lebih, kami isi sekitar 40 orang saja, sehingga tidak berdesakan. Ini sesuai dengan tagline Mudik Nyaman, Keluarga Bahagia,” jelasnya.
Jaya menerangkan, rute ke Madura, khususnya Bangkalan, menjadi evaluasi lantaran tidak terisi penuh. Hal ini disebabkan keterbatasan trayek yang hanya melayani tujuan sampai ke Sampang.
“Sedangkan banyak pemudik ingin perjalanan langsung sampai Pamekasan atau Sumenep. Ke depan, rute akan kami evaluasi dan kemungkinan diperpanjang untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Adapun tujuan favorit pemudik tahun ini adalah Ponorogo dan Banyuwangi. Jaya mengatakan, seluruh armada menuju daerah tersebut terisi penuh.
“Program mudik gratis ini diharapkan terus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang terlayani melalui program ini,” tandasnya. (bas/rhd)









