Optimalkan Kepesertaan JKN, Pemkot Batu Fokuskan Efisiensi APBD untuk Layanan Home Care

Batu, SERU.co.id – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat komitmennya dalam menjamin hak kesehatan masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkot Batu menggelar Sosialisasi Strategi Optimalisasi Kepesertaan Aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, pada Jumat (13/3/2026) sore.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, SH., MH., didampingi Wakil Wali Kota Helly Suyanto, SH., MH. dan Pj. Sekda Kota Batu, Eko Suhartono. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Aditya Prasaja, SSTP., M.AP. dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tidak ketinggalan pimpinan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga seluruh Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kota Batu.

Bacaan Lainnya

​Dalam paparannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja, mengungkapkan, saat ini terdapat 26.991 peserta aktif PBI JK yang didanai pusat. Terdapat pula 81.615 peserta PBPU BP yang didanai Pemda dalam hal ini dari APBD Pemkot Batu. Namun, ia menyoroti adanya gap data di mana terdapat warga dengan status ekonomi desil 6-10 yang masih masuk dalam segmen bantuan pemerintah ini.

“Inilah yang diupayakan pemerintah agar kepesertaan JKN bagi warga yang seharusnya dalam kategori mampu agar tidak lagi dibayarkan Premi JKNnya oleh pemerintah,” seru Aditya.

​kadinkes Aditya juga memaparkan, realisasi APBD yang digunakan untuk membayar Premi, turun dari Rp4,22 miliar per bulan di 2024 menjadi Rp3 miliar pada 2026 ini. Penurunan ini adalah hasil upaya migrasi kepesertaan ke PBI JK (pusat) agar lebih tepat sasaran.

“Efisiensi ini akan kita manfaatkan untuk optimalisasi pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat,” jelas Aditya.

Di kesempatan kedua, ​Kepala BPJS Kesehatan Kota Batu, Erra Widayati, memberikan apresiasi atas capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Batu yang telah menyentuh angka 226.323 jiwa atau 99,71 persen. Meski demikian, tingkat keaktifan peserta saat ini berada di angka 80,72 persen.

​Untuk mendukung jumlah peserta tersebut, Kota Batu telah menyiagakan ​25 Unit Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan 5 Unit Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

“​Aksesibilitas layanan mencakup 91.614 peserta di FKTP dan 41.652 peserta di FK-RTL,” imbuhnya.

​Sementara itu dalam sesi arahan ​Wali Kota Batu, Nurochman menekankan bahwa perlindungan jaminan kesehatan harus dibarengi dengan kemudahan akses fisik. Ia mencanangkan kehadiran tenaga kesehatan di setiap sudut desa untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan.

​”Kami juga memperkuat layanan home care. Tenaga kesehatan akan memberikan pelayanan langsung di rumah warga, terutama untuk mengatasi keterbatasan mobilitas bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” pungkas Nurochman. (dik/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id