Malang, SERU.co.id – Di tengah maraknya kue-kue modern, Opak Gambir Maharis sukses bertahan selama dua dekade dan diminati banyak pelanggan. Usaha rumahan yang dirintis sejak 2005 ini konsisten menjaga kualitas dan cita rasa premium.
Owner Opak Gambir Maharis, Hartiningsih mengungkapkan, usaha tersebut berawal dari keisengannya setelah resign bekerja demi mengurus anaknya yang masih kecil. Saat itu, ia belajar membuat opak gambir dari saudaranya di Sumberpucung dan mempraktikkannya sendiri di rumah.
“Awalnya memang tidak langsung sempurna. Dari tahap demi tahap saya perbaiki rasa dan kegurihannya, resepnya saya modifikasi sendiri sampai akhirnya jadi seperti sekarang,” seru Hartiningsih saat ditemui di kediamannya, Senin (2/3/2026).
Seiring waktu, penjualan Opak Gambir Maharis terus meningkat. Bahkan, salah satu pelanggan setianya kerap memesan varian premium dalam jumlah besar, mencapai 20 kilogram untuk sekali pemesanan.
“Produk saya kemudian dijadikan hampers dan dikirim ke berbagai kota seperti Bandung, Semarang dan Surabaya. Alhamdulillah, opak gambir buatan saya sekarang juga jadi ikon produk Kelurahan Sukoharjo,” ungkapnya.
Opak Gambir Maharis memiliki lima varian rasa, yakni original, wijen, jahe, keningar dan cokelat. Varian premium menjadi yang paling diminati, karena menggunakan bahan lebih banyak dan berkualitas.
“Untuk harga, varian reguler dibanderol Rp110 ribu per kilogram, sedangkan premium Rp135 ribu per kilogram. Tapi, saya juga menjual yang kemasan seperempat dan setengah kilogram,” ujarnya.
Proses pembuatan opak gambir premium terbilang lebih rumit, karena ukurannya lebih kecil. Satu resep membutuhkan waktu hingga dua hari dan menghasilkan sekitar dua kilogram produk matang. Sementara varian ukuran besar bisa diselesaikan dalam satu hari.
“Dalam sehari, saat kondisi saya prima, mampu memproduksi hingga dua kilogram. Tapi selama Ramadan, rata-rata produksi sekitar satu kilogram per hari untuk varian premium,” imbuhnya.
Hartiningsih mengakui, konsistensinya dalam menjaga kualitas dan cita rasa menjadi kunci sukses usaha yang dirintisnya. Rasa yang mantap, tidak hambar, serta teksturnya yang renyah dan mengembang sempurna mampu menarik banyak peminat.
“Untuk ketahanan, opak gambir ini bisa bertahan sampai tiga bulan jika disimpan dalam toples tertutup rapat. Selama Ramadan, pemesanan dibatasi hingga H-7 Lebaran untun menjaga kualitas dan menghindari kewalahan produksi,” terangnya.
Ia menambahkan, telah melengkapi legalitas usaha melalui pembinaan dari Diskopindag Kota Malang. Mulai dari merek, PIRT, hingga sertifikasi halal. Selain opak gambir, ia juga memproduksi bumbu pecel dengan legalitas yang sama.
Versi Bahasa Inggris
Tantangan dan Harapan
Meski bertahan lebih dari dua dekade, Opak Gambir Maharis masih memiliki tantangan, yakni mencari tenaga kerja. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan teknik khusus untuk mempertahankan rasa serta kualitas, sehingga produksinya selama ini dikerjakan sendiri.
“Ke depan, saya berharap usaha ini terus berkembang di tengah perkembangan zaman. Ini jajanan jadul, pembuatnya makin sedikit, karena rumit. Tapi yang suka masih banyak. Selama rasa dijaga, insyaallah tetap diminati,” pungkasnya. (bas/mzm)









