Jember, SERU.co.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, hadir langsung ke Jember didampingi Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) untuk meresmikan proyek yang menelan anggaran sekitar Rp4 miliar dari APBN 2025 tersebut. Peresmian tersebut dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung, pada Sabtu (21/2/2026) sore.
“Revitalisasi ini akan tetap kita laksanakan tahun depan dengan sistem swakelola. Harapan kami, secara bertahap sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia sudah selesai direvitalisasi,” seru Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Sementara itu, Bupati Gus Fawait mengungkapkan, saat awal masa jabatannya, tercatat lebih dari 1.500 gedung sekolah di Jember dalam kondisi rusak berat. Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, 124 sekolah berhasil diperbaiki pada tahap awal ini.
“Alhamdulillah, di era Presiden Prabowo, Kabupaten Jember menerima program revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia,” tegas Gus Fawait dalam sambutannya.
Ke depan, kata dia, Pemkab Jember berkomitmen untuk terus melakukan percepatan pembangunan. Tahun ini, pemerintah daerah kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah agar mendapatkan bantuan serupa demi mencetak generasi unggul melalui fasilitas pendidikan yang layak.
“Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Jember. Salah satunya pembangunan di fasilitas kesehatan,” paparnya.
Sebagai informasi, program revitalisasi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Jember resmi rampung. Sebanyak 124 sekolah yang direhabilitasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI pada tahun anggaran 2025 kini siap digunakan sepenuhnya.
Perbaikan tidak hanya menyasar fisik bangunan seperti ruang kelas, toilet, dan laboratorium, tetapi juga menyentuh digitalisasi sarana prasarana. Sekolah penerima manfaat kini dilengkapi dengan interactive flat panel untuk mendukung metode pembelajaran berbasis teknologi.
Secara nasional, program revitalisasi sepanjang tahun 2025 telah menyerap anggaran sebesar Rp16,9 triliun yang menjangkau 16 ribu sekolah. Untuk tahun 2026, pemerintah pusat kembali mengalokasikan Rp14 triliun guna melanjutkan program serupa. (sgt/mzm)









