cropped IMG 9793
Pelaksanaan UTBK dalam PMB UMM gelombang III. (rhd)
InovasiPendidikan

UMM Tahbiskan PTS Pertama Jatim Terapkan UTBK


• Tes PMB gelombang III UMM gunakan sistem UTBK

Kota Malang, SERU

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang patut diperhitungkan di level nasional dan internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan tajinya. Kali ini, UMM menasbihkan diri sebagai PTS pertama di Jawa Timur yang menerapkan format Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada seleksi masuk UMM gelombang III tahap 1 dan tahap 2, yang mulai digelar Rabu (14/8/2019) hingga Jumat (23/8/2019).

Pada dua gelombang sebelumnya, seleksi masuk masih menggunakan media kertas (ujian tulis). Meski sebenarnya format UTBK ini direncanakan mulai seleksi tahun akademik 2019/2020. “Sebenarnya kami ingin memulai pada tahun ini. Namun kami tak ingin gegabah dan berakibat fatal, karena secara teknis saat itu belum siap. Setelah ujicoba, baru kami terapkan pada gelombang III ini. Jika berhasil, akan kami terapkan dalam PMB tahun depan,” jelas Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr Saiman, MSi, kepada SERU.co.id.

Dijelaskan Saiman, dalam pelaksanaannya menggunakan 15 laboratorium komputer berbasis jaringan, yang tersebar di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2, 3, ITC, dan kampus 2 UMM jalan Bendungan Sutami, Kota Malang. Seleksi gelombang III terbagi dalam 2 tahap dimana setiap hari terbagi dalam 3 sesi. “Tahap 1 diikuti 2.355 peserta, digelar mulai 14-18 Agustus, kecuali tanggal 17 Agustus kami tiadakan. Sementara tahap 2 dilaksanakan 19-23 Agustus 2019. Sedangkan 3 sesi per hari terbagi pukul 08.00-10.00 WIB, 12.00-14.00 WIB dan 15.00-17.00 WIB,” terang Saiman, ditemui di ruang sekretariat PMB, Kamis (14/8/2019) siang.

Alasan penggunaan format UTBK ini dikarenakan menyesuaikan perkembangan jaman dan pola UTBK yang digelar dalam UN SMA dan SMK hingga jenjang ke bawah, serta persamaan pelaksanaan tes SNMPTN dan SBMPTN pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Karena sejak UN SMA dan SMK, camaba sudah terbiasa UTBK. Terlebih tuntutan teknologi dan milenial harus mengikuti perkembangan IT,” terang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

IMG 20190815 113857 HHT
Ketua PMB UMM, Dr Saiman, MSi. (rhd)

Disebutkan Saiman, meski terjadi penurunan dari tahun sebelumnya dimana tahun sebelumnya tingkat peminat hingga 16 ribu pendaftar. Namun, peminat gelombang III cukup berpeluang mengisi kekurangan 1.500 – 2.000 kursi. “Sementara tahun ini masih dikisaran 12 ribu pendaftar. Dengan camaba yang lolos gelombang sebelumnya hampir 6 ribuan. Sementara kuotanya sekitar 7.500 – 8.000 camaba,” tandas Saiman.

Ada banyak kemudahan yang diperoleh camaba dan pihak PMB UMM. Disisi camaba, diuntungkan keleluasaan waktu dengan memilih tahap dan sesi tes yang tidak berbenturan waktu. “Bagi camaba, bisa mandiri memilih tahap dan waktu UTBK. Tidak tumplek blek dalam 1 hari seperti gelombang sebelumnya. Khususnya camaba luar kota yang diantar orang tuanya, bisa memilih waktu hari Sabtu atau Ahad. Selain itu, bagi camaba yang gagal di tes tahap pertama, berkesempatan mengikuti tes lagi di tahap kedua,” terang Sekretaris Humas UMM, M. Isnaini, kepada SERU di lobby Humas UMM.

Sementara bagi panitia PMB, dapat meminimalisir kesalahan penilaian. Dengan sistem UTBK, sistem penilaian jadi lebih mudah dan akurat. “Sistem penilaian jadi lebih efektif dan efisien. Koreksinya tidak sulit dan tidak memakan waktu. Sehingga hasilnya bisa segera diumumkan,” tambah Krisna, sapaan akrabnya.

Disebutkan, Fakultas Kedokteran (FK) menjadi favorit para Camaba. Disusul posisi kedua, bertengger Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan posisi ketiga Fakultas Psikologi. (rhd)

Share: