• Bayi 10 bulan penderita meningokel asal Sukun

Kota Malang, SERU

Usai menerima laporan terkait salah satu warga usia sangat dini menderita penyakit meningokel, Walikota Malang Sutiaji langsung mendatangi Arsa Ardi Pratama (10 bulan), di rumahnya yang berada di Jalan Candi VI-A RT/RW : 01/06 Dusun Gasek, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Arsa Ardi Pratama merupakan anak kelima dari Anang dan Wiwin, yang sudah menderita penyakit Meningokel sejak lahir. Sebuah penyakit yang disebabkan adanya cairan otak yang membesar di luar otak, sehingga menyebabkan selaput otak menonjol keluar pada salah satu sela tengkorak.

Walikota meminta Kadinkes Kota Malang mengawal hingga tindakan operasi.

Menurut dr. Gamar, dokter Puskesmas Karangbesuki, penyakit ini bukanlah penyakit yang benar-benar langka, namun beberapa kasus bisa jadi berbeda di setiap daerah. “Penyakit ini dapat terjadi ketika awal kehamilan atau bahkan sebelum kehamilan,” seru dr. Gamar

Dr. Gamar menerangkan, penyakit ini dapat disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada masa kehamilan. “Jadi sebelum masa kehamilan, saat kehamilan, sampai pada saat persalinan, nutrisi harus terus dijaga. Karena dalam masa kehamilan, konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia dapat mengganggu kesehatan janin dan bayi,” tambahnya.

Melihat kondisi ini, Walikota Malang Sutiaji turut prihatin dan menyampaikan himbauan kepada ibu-ibu hamil. Kesadaran masyarakat terkait dengan kesehatan harus lebih ditingkatkan. “Nutrisi ibu hamil penting agar diperhatikan. Hambatannya bukan hanya di faktor ekonomi, tetapi juga pola kebiasaan memakan makanan tidak sehat yang harus lebih dikurangi,” serunya.

Arsa Ardi Pratama (10 bulan), penderita meningokel. (ist)

Walikota Malang akan meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk segera melakukan koordinasi dengan RS Saiful Anwar. “Karena RS Saiful Anwar bukan wilayah kerja Pemkot Malang, karena dimiliki oleh provinsi, kami akan langsung menemui gubernur untuk memberikan pertolongan,” upaya Sutiaji.

Menurut Sutiaji, anak Arsa Ardi Pratama belum bisa segera ditangani karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Antara lain berat badan yang belum sesuai yaitu minimal harus 10 kg, dan usia yang belum cukup. Dinas Kesehatan Kota Malang diminta melakukan pendampingan hingga operasi untuk memantau perkembangannya. (rhd)

Tinggalkan Balasan