Kota Malang, SERU – Sebagai tindak lanjut dari Grand Launching Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 17 Agustus 2019 yang lalu, Bank Indonesia Malang memfasilitasi pengoperasian QRIS untuk bersedekah secara non tunai. Launching penggunaan QRIS di masjid ini ditandai dengan scan perdana Infaq melalui QRIS oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang (KPwBI), Azka Subhan Aminurrido, di Masjid Agung Jami’ Malang, Senin (7/10/2019).

Alasan pemilihan Masjid Agung Jami’ Malang sebagai pilot project QRIS pada rumah ibadah, dengan pertimbangan masjid ini sebagai salah satu rumah ibadah utama di Kota Malang. “Diharapkan dapat menjadi percontohan bagi lembaga lainnya untuk memanfaatkan QRIS, sebagai kanal pembayaran non tunai untuk transaksi sosial, seperti Zakat, Infak, Sodaqoh (ZIS), serta donasi lainnya,” seru Azka.

Caranya penggunaan QRIS sangatlah mudah. Cukup scan QR Code yang tertera di masjid melalui gawai yang sudah terhubung dengan aplikasi dompet digital. “Scan dengan mencantumkan nominal uang yang disedekahkan, maka secara otomatis uang itu akan masuk ke rekening bank milik masjid yang bersangkutan. Pengurus masjid tidak perlu repot-repot menghitung uang sedekah dari jamaah, pelaporan uang juga lebih akurat. Meminimalisir kesalahan, efektivitas tenaga dan upaya mewaspadai uang palsu,” ungkap Azka.

Selain memudahkan, penggunaan QRIS untuk pembayaran donasi sosial juga sangat menguntungkan. Pasalnya, pihak penyelenggara dalam hal ini masjid atau lembaga sosial, tidak dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR), karena termasuk kategori donasi dengan MDR 0 persen.

Kebersamaan dalam memakmurkan masjid. (ist)

Pada kesempatan ini, KPw BI Malang bersama CIMB Niaga Syariah juga melakukan sosialisasi QRIS dan tata cara pengajuan QRIS kepada pengurus 20 masjid di Kota Malang. “KPw BI Malang memfasilitasi pengurus Masjid Agung Jami’ Malang dalam pengajuan QRIS MPM (Merchant Presented Mode) kepada Bank CIMB Niaga Syariah, sebagai salah satu bank Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran di kota Malang,” tambah Azka.

Hal ini ditujukan agar kedepan masjid-masjid maupun lembaga sosial lainnya di kota Malang juga dapat memanfaatkan QRIS untuk memudahkan masyarakat dalam bersedekah atau memberikan donasi secara non tunai, serta berperan dalam mendorong keuangan inklusif.

Sementara itu, Ketua Takmir Yayasan Masjid Jami’, KH Zainuddin A. Muchit mengatakan,  program ini dapat memberikan kemudahan bagi jamaah yang ingin melakukan sodaqoh secara non tunai. “Jamaah yang tidak membawa uang tunai bisa pakai aplikasi, bisa jadi pilihan. Apalagi selama ini setiap bulan Masjid Jami’ rutin memberikan sodaqoh pada 200 dhuafa. Sedangkan rata-rata uang yang terkumpul ke jamaah ada Rp 200 juta,” bebernya. (rhd)

Tinggalkan Balasan