PROBOLINGGO, SERU.co.id – Setelah kehidupan pilu Juama (55), janda miskin warga Dusun Mawar, Rt.002/Rw.001 Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo yang tinggal di rumah reyot bersama ke 3 anaknya yang kesemuanya menyandang difabel cacat fisik dan tunanetra sejak lahir dilansir oleh sejumlah media cetak dan online, akhirnya memantik simpatik dari berbagai pihak.


Setalah beberapa hari lalu mendapat simpatik dan menerima bantuan dari hamba Allah yang tak mau disebut namanya, kali ini janda Juama kedatangan rombongan Polisi Wanita (Polwan) Polres Probolinggo Kota.


Dengan dipimpin Kasat Binmas AKP Retno Utami, Kamis (13/3/20) siang rombongan Polwan yang cantik-cantik itu menyambanginya sekaligus memberi bantuan sejumlah paket sembako kepada juama.


AKP Retno Utami mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa prihatin setelah mengetahui kehidupan Juama, janda miskin yang tinggal dirumah reyot tidak layak huni bersama ke 3 anaknya yang semuanya menyandang cacat fisik dan tunanetra ini.


Oleh karena itu saya bersama anggota Polwan ini bersama-sama untuk menyisihkan sebagaian rizki, datang menyambanginya dan sekaligus memberikan bantuan sejumlah paket sembako untuk mengurangi beban hidup ibu Juama. Saya prihatin melihatnya, ia seorang janda miskin yang setiap hari menanggung beban hidup ke 3 anaknya yang semuanya menyandang difabel cacat fisik dan tunanetra 


“Ya, ini sebagai rasa kemanusiaan, saya sangat prihatin melihat kondisinya. Dengan bantuan ini semoga bisa membantu meringankan beban hidupnya. Dan kedepan saya bersama dengan anggota polwan akan menyisiihkan sebagian rizki untuk membantu perbaikan rumahnya agar layak huni,” ungkap Kasat Binmas AKP Retno Utami.


Sementara itu, menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, H. Mahin, Juama hidup sendiri dengan menanggung beban hidup ke 3 anaknya yang semuanya menyandang difabel cacat fisik, tunanetra, dan yang dua malah tidak bisa berjalan, jelasnya.


Is sebutkan, ibu Juama sebenarnya memiliki 4 anak. Anak yang pertama perempuan kondisi normal namun pergi dan dikabarkan sudah menikah, dan ada di luar jawa. Anak yang ke dua ke tiga dan ke empat semuanya difabel cacat fisik dan tunanetra sejak lahir.
Sejak 30 tahun silam, lanjut H. Mahin, suaminya ibu Juama pergi meninggalkannya dan tak pernah ada kabar hingga sekarang. Untuk makan setiap harinya ya dari belas kasihan masyarakat sekitar sini. 


Saya sendiri setiap pagi juga ngirim makanan untuk ke 3 anaknya. Untuk rumahnya ya seperti ini, sudah sangat tidak layak lagi untuk ditempati.


Sedang dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo sendiri tampaknya tidak ada respon sama sekali, kata H.Muhin.


“Sebetulnya perangkat desa atau pemerintah desa pesisir sudah tau kalau kondisi bu Juama seperti ini. Namun gak ada respon,” pungkas H.Muhin.


Seperti dilansir oleh media ini sebelumnya, Juama adalah janda miskin warga Dusun Mawar Rt.002/Rw.001 Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.Juama menempati rumah reyot tidak layak huni bersama ke 3 anaknya yang semuanya menyandang difabel, cacat fisik dan tunanetra. (Hend).


Tinggalkan Balasan