Bondowoso,SERU- Ratusan kepala desa (kades) yang tergabung SKAK (Sentra Komunkasi Aliansi Kepala Desa) dan perangkat desa se-Bondowoso menuntut pemkab segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Ahmad Prajitno dari jabatannya. Tuntutan, ini mereka kumandangkan dalam aksi demo atau unjuk rasa (unras) damai di depan kantor pemkab dan DPRD Bondowoso, Selasa siang (8/10/2019).

            Sutrisno,  koordiantor aksi demo yang juga Ketua SKAK dalam orasinya mengatakan,  ratusan kades dan perangkat desa melakukan aski demo turun jalan di depan kantor pemkab dan DPRD ingin menyampaikan aspirasi kepada bupati dan sekda untuk segera mencopot Plt Kepala BKD  Ahmad Prajitno dari jabatannya.  ”Kalau Plt Kepala BKD tidak segera dicopot, maka kami (seluruh kades, red akan melakukan aksi lebih besar di Bondowoso,”katanya.

            Kades/Kecamatan Cermee, itu juga mengajak seluruh kades se-Bondowoso tidak melakukan penagihan PBB-P2, jika pemkab tidak segera mencopot Plt Kepala BKD dari jabatannya. Selain itu, kades tidak akan memenuhi undangan kegiatan dari pemkab. ”Kalau pemkab masih tetap mempertahankan Plt Kepala BKD, maka kades da perangkat desa memboikot PBB-P2 dan menyerahkan atribut pemerintahan kepada Pemkab Bondowoso,” tegasnya.

DESAK PEMKAB; Ratusan kades dan perangkat desa juga mendesak Plt Kepala BKD Bondowoso meminta maaf. (foto: ido)

            Dalam aksi demo damai, ini kades dan perangkat juga mendesak Plt Kepala BKD Ahmad Prajitno meminta maaf, akibat pernyataannya bahwa Desa bukan bagian lembaga pemerintahan yang menyakitkan kades dan perangkat desa. Padahal, UU RI No.06/2914 tentang Desa menyebutkan Desa bagian pemerintahan daerah yang tidak bisa dipisahkan. ”Pernyataan Plt Kepala BKD, itu sangat menyayat kami (kades, red). Karena itu, kami mendesak Pt Kepala BKD segera meminta maaf dan dicopot dari jabatannyta,” teriak Maltup Al Hidayah, Kades Jambesari, Kecamatan Kambesari Darus Sholah di depan ratusan kades dan perangkat desa.

            Aksi demo ratusan kades dan perangkat desa di depan kantor pemkab tidak berlangsung lama. Mereka hanya orasi menyampaikan aspirasi dan tidak ditemui pejabat pemkab.  Namun, saat aski demo di kantor DPRD, ratusan kades dan perangkat ditemui Ketua H. Ahmad Dhafir, Wakil Ketua Sinung Sudrajad, Ketua FPKB H. Tohari, dan Sekda Bondowoso, H.Syaifullah.  Dihadapan ratusan kades dan perangkat desa, Sekda Syaifullah menegaskan Desa bagian dari pemerintahan.

            Dia juga menyampaikan  permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan Plt. Kepala BKD. Selain itu, Sekda Syaifullah mengaku akan menampung aspirasi para perangkat desa yang sesuai dengan regulasi. ”Nanti kita pelajari bersama, karena tidak bisa saya putuskan hari ini. Saya pasti akan diakomodir, sesuai regulasi yang ada,” katanya. (ido)

Tinggalkan Balasan